Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiga Hari Menghilang, Nelayan Sarappo Lompo Ditemukan Mengapung di Pulau Badi

KORANPANGKEP.CO.ID - Setelah dikabarkan menghilang selama 3 hari saat melaut, seorang nelayan bernama Daeng Paddi (47 tahun) warga Pulau Sarappo Lompo, Desa Mattiro Langi, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi oleh Tim SAR Gabungan personel Polsek Tupabbiring bersama kepala dusun Pulau Sarappo Lompo dan warga setempat.

Kejadian bermula saat sejak Sabtu (19/10/2019) lalu, sekira pukul 19.00 Wita korban berpamitan kepada keluarganya untuk mencari cumi-cumi dilaut di sekitar perairan Pulau Lumu-lumu, Kota Makassar, namun hingga kesokan harinya daeng Paddi tak kunjung pulang kerumah, kemudian keluarga korban melaporkan hal ini ke Polsek Tupabbiring untuk membantu mencari korban bersama warga setempat

Kasat Polair Polres Pangkep, Iptu Deki Marizaldi mengatakan, sejak menerima laporan adanya warga hilang pada Minggu siang, pihaknya langsung melakukan menurunkan personel melakukan pencarian. Pencarian terhadap korban dilakukan juga oleh Basarnas, kantor UPP (Unit Pelaksana Pelabuhan) Maccini Baji serta masyarakat.

"Unit patroli kami bersama tim gabungan sementara melakukan pencarian dengan menyisir lokasi yang diduga tempat korban tenggelam, namun sampai sekarang korban belum ditemukan," terang Deki.

Namun Saat Tim SAR dan warga melakukan pencarian di tempat biasa korban memancig, warga hanya menemukan puing kapal dan barang-barang korban, namun hingga kini belum diketahui penyebab tenggelamnya kapal korban, diduga sampan yang digunakan korban tenggelam karena bertabrakan dengan kapal lain yang berukuran lebih besar. Hal itu karena barang bawaan korban yang ditemukan mengapung bersama puing-puing kapal.

Hingga pada pencarian dihari ketiga mayat korban baru ditemukan warga sementara terapung di Gusung Bone dekat Pulau Badi, Desa Mattiro Deceng, kecamatan Tupabbiring, kabupaten Pangkep, pada hari Selasa (22/10/2019) sekitar pukul 16.30 Wita sore kemudian korban langsung dibawah ke Pulau Sarappo Lompo di rumah duka, keluarga meminta agar Daeng Paddi langsung saja dikebumikan, mengingat karena sudah membengkak dan tidak ada bekas luka akibat kekerasan yang ditemukan oleh tim medis dalam kejadian tersebut.

Sementara itu Kapolsek Liukang Tupabbiring Aris Sumarsono mengimbau kepada Masyarakat, agar berhati hati saat melaut mengingat cuaca ombak dilaut saat ini tidak sedang bersahabat

“Terkait cuaca sekarang ini sangat tidak bersahabat sedari kemarin. Kami mengimbau kepada nelayan dan pemilik kapal penumpang agar selalu waspada hati-hati dalam melakukan pelayaran, Kepada pemilik kapal pengangkut penumpang agar melihat situasi cuaca, karena sekarang ini cuaca tidak menentu, dan jangan lupa selalu membawa pelampung” Pungkas Aris Sumarsono.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Tiga Hari Menghilang, Nelayan Sarappo Lompo Ditemukan Mengapung di Pulau Badi"