Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tak Punya Alas Hak Tanah, Harapan Warga Memiliki Masjid di Kampung Bohe Pupus

KORANPANGKEP.CO.ID - Pupus sudah harapan masyarakat kampung bohe, Kelurahan Talaka Kecamatan Marang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel untuk memiliki sarana ibadah Masjid dan fasilitas umum lainnya yang sudah diidam-idamkan sejak puluhan tahun silam hingga saat ini

Pasalnya pemerintah kabupaten Pangkep menganggap tanah yang ditempati warga kampung Bohe yang dihuni sejak puluhan tahun di pesisir bantaran sungai kampung Bohe yang dihuni sekitar 30 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk 157 jiwa dan 24 buah rumah tersebut tidak memiliki alas hak kepemilikan tanah

Hal ini diungkapkan oleh Hartati Kepala Kelurahan Talaka, Kecamatan Marang Kabupaten Pangkep. Ia menyebutkan Tidak jelasnya kepemilikan lahan yang ditempati warga tersebutlah menjadi alasan pemerintah kabupaten Pangkep tidak memberikan bantuan tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya kepada warga kampung Bohe. Hartati mengaku pihaknya sudah mengunjungi kampung Bohe dan mensurvei daerah tersebut khususnya status kepemilikan lahannnya.

"Kami sudah lama survei soal status kepemilikan lahannya dan disana itu status kepemilikan lahannya tidak jelas atau bisa dikatakan tidak ada memang. Mereka buat rumah di bantaran sungai dan pematang empang, dan mereka sudah tinggal lama disana,"ujar Hartati. 

Hartati mengaku, persoalan itulah yang membuat hingga sekarang belum ada fasilitas umum yang dibangun di Kampung Bohe, yang memiliki penduduk bermatapencaharian melaut dan pekerja empang tersebut, bahkan, kata Hartati tahun 2018 lalu sudah ada beberapa rumah yang yang sudah terdaftar BSPS, tetapi setelah di survei ternyata warga setempat tidak ada kepemilikan lahannya.

"Nah, itu juga yang menjadi masalah, karena disitu bukan empang mereka. Sebagian warga mata pencaharian pekerja empang dan melaut, jadi kalau tidak ada status kepemilikan lahannya, batalmi dikasi mereka bantuan. Jadi, bukan pemerintah tidak ingin bantu cuma status kepemilikan lahan harus jelas," ujarnya.

Lebih lanjut hartati menjelaskan mengenai persoalan pembangunan Masjid atau Mushallah bagi warga kampung bohe, pihaknya telah lama memikirkan hal tersebut namun lagi lagi terganjal pada status kepemilikan tanah, bahkan Bagian Humas Propinsi Sulsel sudah meninjau lokasi disana, tetapi pemerintah provinsi mau membantu jika ada alas haknya. ia berharap salah satu pemilik empang mau menghibahkan sebagian tanahnya untuk pembangunan tempat ibadah warga kampung Bohe

"Sebenarnya, kami sudah pikirkan dan klarifikasi soal kelanjutan pembangunan mushala, yang penting pemilik lahan bersedia menghibahkan tanahnya, Membuat masjid atau mushala di kampung itu harus jelas, kalaupun dianggarkan sekarang harus lengkap surat-suratnya baru bisa dianggarkan. Kita tunggu legalitas tanahnya dulu, karena anggaran itu harus ada legalitas tanahnya terlebih dahulu," jelas Tati kepada awak media.

Khusus bantuan fasilitas seperti sekolah juga akan seperti itu jelas kepemilikan lahannya. Selain itu, bantuan lainnya listrikn  toilet dan air bersih pihak kelurahan Talaka berjanji akan menganggarkan untuk tahun 2020.

"Insya Allah tahun 2020 saya sudah anggarkan pembuatan MCK dan pengadaan listrik Tenaga Surya," Pungkas Hartati.

Sementara itu salah seorang warga kampung Bohe bernama Firman, mengakui jika memang tanah yang di banguni warga setempat adalah sebagian bukan miliknya karena mereka hanya membangun rumah disekitar bantaran sungai sejak pertama mereka datang menggarap lahan empang yang ada dikampung Bohe.

Namun demikian ia dan warga setempat sangat berharap bisa menikmati fasilitas pemerintah yang mudah diakses seperti masyarakat Pangkep lainnya seperti sarana tempat sekolah, sarana tempat Ibadah, akses jalan yang layak menuju kampung Bohe, listrik dan fasilitas umum lainnya.

"Iye sebagian ada memang bukan miliknya, bukan lahannya tapi tetapji dibangun. Mau diapa lagi, kenyataannya saat ini kami ini butuh bantuan fasilitas umum seperti masyarakat diluar kampung Bohe dan semoga Pemkab Pangkep, dan Provinsi Sulsel punya solusi buat kami yang tak pernah merasakan fasilatas umum pemerintah" ujarnya.

Sebelumnya diberitakan kehidupan sebanyak 30 kepala Keluarga dan 157 jiwa warga yang pemukimannya terletak ditengah area pertambakan dan pesisir sungai di Kampung Bohe, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma’rang kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pasalnya selain mereka belum memiliki akses jalan mereka juga belum memiliki sarana masjid untuk beribadah sehari hari, serta fasilitas umum lainnya

Akibatnya untuk melaksanakan ibadah berjamaah dimasjid mereka harus berjalan kaki atau mengendarai perahu beberapa kilometer utamanya pada saat shalat jumat berjamaah menuju salah satu masjid yang ada di ibukota kelurahan Talaka, Kecamatan Ma'rang Pangkep.

Sejak kampung itu berdiri, tidak pernah ada bantuan yang masuk dan terpaksa jika ingin ke masjid atau sekolah mereka menaiki kapal, menyeberang ke kampung yang punya fasilitas masjid dan sekolah.

Tidak hanya itu, air bersih juga sangat sulit diperoleh. Mereka harus membeli air bersih tiap hari untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Tiap hari harus membeli air dengan harga Rp1.000 per jeriken.

Kondisi paling parah saat datang kemarau panjang, seperti saat ini. Air tambak yang ada depan rumah-rumah panggung juga sudah mengering. Bersisa tanah tambak saja. Tak ada ikan ataupun air lagi dalam tambak tersebut. Kekeringan sangat dirasakan warga di pesisir ini.

Listrik pun seperti itu, mereka mengandalkan genset untuk penerangan. Itupun hanya bisa dari pukul enam sore hingga pukul 10 malam. di kampung tersebut mengaku hampir semua fasilitas umum tidak ada di kampung tersebut. Mulai dari kamar mandi, air, masjid, sekolah, pustu hingga pasar. Tidak mengherankan jika anak-anak di kampung tersebut semangatnya untuk bersekolah kurang.

“Semua fasilitas tidak tersedia. Harusnya pemerintah bisa memperhatikan kami. Setidaknya kebutuhan dasar manusia seperti masjid, Sekolah, jalan, listrik, Fasilitas kesehatan dan Air bersih menjadi prioritas pertama,” pungkasnya.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Tak Punya Alas Hak Tanah, Harapan Warga Memiliki Masjid di Kampung Bohe Pupus"