IKLAN

Sejarah Bendungan Tabo-Tabo, Presiden Soeharto dan Swasembada Pangan di Indonesia

KORANPANGKEP.CO.ID - Kabuaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pernah menjadi sejarah yang merupakan salah satu lumbung beras di Indonesia pada era kepemimpinan Presiden Soeharto, yang disebut mampu memberikan bantuan pangan pada penduduk kelaparan dunia. hangga indonesia mencapai swasembada pangan pada 1984.

Capaian itu merupaka tekat kuat Presiden Soeharto dalam membangun pertanian merata di seluruh plosok negeri. Pembangun proyek-proyek pertanian pun digenjot pada eranya untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia, tangguh dalam pertanian. Di Sulawesi Selatan (Sulsel) Presiden Soeharto menaruh harapan besarnya di sektor pertanian,

Hal ini dibuktikan dibangunnya beberapa proyek bendungan irigasi pertanian. Salah satunya proyek irigasi yang ada di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yakni Bendungan Tabo-tabo.

Bendungan Tabo-tabo secara fungsionil pada tahun anggaran 1977/1978 seluas 8.951 ha dan luas potensiil seluruhnya sebesar 11.538 ha termasuk percetakan sawah baru seluas 2.240 ha.

Biaya yang telah dipergunakan untuk proyek irigasi Tabo-Tabo ini sampai dengan Pelita II sebesar Rp 1,6 milyar. Sampai dengan proyek selesai pada tahun anggaran 1982/1983 dengan suntikan dana sebesar Rp. 1,99 milyar dimasa itu.

Bendungan ini merupakan mega proyek nasional presiden Soeharto yang diresmikan langsung pada tanggal 15 Juni 1978, yang pada saat itu telah dicapai kemajuan fisik 77,58 persen.

Kata Presiden Soeharto saat itu, dengan selesainya proyek Irigasi Tabo-Tabo ini jelas akan dapat memperluas areal sawah yang dapat di tanami baik di musim rendengan maupun di musim gadu, sehingga memungkinkan meningkatkan produksi padi dan meningkatkan pendapatan para petani.

“Namun demikian perlu saya ingatkan bahwa hanya dengan irigasi saja, produksi pertanian belum dapat ditingkatkan secara maksimal. Sebab produksi pertanian baru akan dapat kita tingkatkan secara maksimal apabila petani-petani kita telah mampu melaksanakan intensifikasi pertanian,” ujar Soeharto seperti dikutip dalam naska pidatonya (15 Juni 1978).

Penyediaan irigasi yang baik itu, kata Presiden Soeharto, hanya merupakan penyediaan salah satu unsur pokok intensifikasi pertanian. Unsur-unsurnya yang lain adalah tersedianya dan penggunaan bibit unggul, pupuk dan obat-obatan hama, serta pelaksanaan pertanian dengan cara-cara yang tepat.

"Karena itulah, maka dalam melaksanakan intensifikasi pertanian kita telah memilih sistim Panca Usaha; yaitu penyediaan irigasi yang baik, penggunaan bibit unggul, penggunaan pupuk, penggunaan obat-obat hama dan cara bertanam yang lebih baik Sejak REPELITA I dahulu sampai REPELITA II. Sekarang ini, kita telah banyak membangun bendungan-bendungan dan irigasi." terang Soeharto

Lanjut Soeharto, Kita sedang berusaha merobah keadaan masa lampau yang buruk menjadi masa depan yang lebih baik, mengganti masa silam yang serba kekurangan dengan masa depan yang serba kecukupan, mengganti masa lalu yang serba mencemaskan menuju zaman baru yang menenteramkan hati, merombak masyarakat lama yang timpang dan membangun masyarakat baru yang sejahtera serta berkeadilan sosial.

Meskipun usaha-usaha semacam itu memakan waktu panjang dan memerlukan kerja keras dan bahkan pengorbanan, namun tanda-tanda hasil dan kebaikannya telah mulai tampak dan dapat kita rasakan.

“Pembangunan Proyek Irigasi ini juga merupakan bagian dari usaha kita bersama untuk merobah nasib itu! Oleh karena itu, sekali lagi saya minta agar proyek ini dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dipelihara sebaik-baiknya pula sehingga dapat lestari penggunaannya,” tutup Presiden Soeharto.



Tabo-tabo adalah sebuah desa. Secara harfiah Tabo berarti bulatan, menurut tokoh masyarakat dahulu masyarakat punya kebiasaan bermain saat mandi disungai dengan mengambil pasir dan membentuknya menjadi bulatan dan dikeraskan kemudian diadu hingga pecah, kegiatan ini oleh warga setempat disebut aktabo atau maktabo.

Berikut isi pidato Presiden Soeharto saat meresmikan Bendungan Tabo-Tabo di kabupaten Pangkep, Sulsel, pada tanggal 15 Juni 1978 silam










(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Sejarah Bendungan Tabo-Tabo, Presiden Soeharto dan Swasembada Pangan di Indonesia "

Posting Komentar