Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dirujuk Ke Makassar, Warga Pulau Terpencil Pangkep Melahirkan Diatas Kapal Perintis

KORANPANGKEP.CO.ID - Tinggal di pulau terpencil yang jauh dari akses fasilitas kesehatan yang memadai seperti masyarakat dikota memang sangat memprihatinkan, seperti yang dialami oleh Kurniati (30 tahun) warga Pulau Balo-baloang, Desa Balo-baloang Kecamatan Liukang Tangayya, kabupaten Pangajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, terpaksa harus melahirkan bayinya di atas kapal perintis KM Amukti Palapa, Senin (28/10/2019) pukul 09.00 Wita, saat akan dirujuk Rumah Sakit di Makassar untuk melahirkan bayinya.

Kepala Puskesmas Liukang Tangayya, Hj Surianti menceritakan kronologisnya dimana Pekan lalu, pihak Puskesmas Liukang Tangayya turun ke desa-desa mengecek ibu hamil yang ada di Pulau Balo-baloang. Disana ibu hamil ada 5 orang dan yang hamil tua adalah Kurniati, saat diperiksa tekanan darahnya Kurniati didiagnosa mengalami hipertensi dan kemungkinan anaknya agak besar hingga Ia memutuskan untuk merujuknya bersalin ke Makassar.

Namun saat akan dirujuk ke Makassar yang jaraknya harus menempuh perjalanan laut selama 30 jam untuk sampai ke kota Makassar, tidak ada kapal yang berani melaut karena cuaca ombak yang ekstrim dan tidak bersahabat sehingga ia harus menunggu jadwal kapal perintis yang lewat yang akan menuju Makassar dan Pangkep

Kemudian, merekapun berangkat dari Pulau Balo-baloang, Desa Balo-baloang menuju Makassar.Minggu (27/10/2019) kemarin dengan menggunakan Kapal Perintis KM Amukti Palapa, Di dalam kapal, tepat pukul 00.00 Wita ada lendir darah keluar dan itu menunjukkan Kurniati akan melahirkan bayinya.

"Perut Kurniati mulai sakit, keluar lendir darah hingga saat itu dia sudah mengalami kontraksi dengan sakit yang tak tertahankan, "Kami berdoa, semoga ibu Kurniati selamat, dia sudah pembukaan karena sudah nyeri terus, hingga pukul 03.00 Wita ketuban pecah dan kamipun siap siaga" ujar Surianti yang mendampingi Pasien diatas kapal bersama empat bidan dan tiga perawat serta satu dokter umum yang membantu dan membimbing Kurniati untuk melahirkan bayinya.

Suasana dalam kapal kemudian berubah, Kapus Tangayya dan tim konsentrasi untuk menyelamatkan Kurniati dan bayinya. Pembukaan kian dekat, Kurniati kian dekat melahirkan. ia pun menelpon Tim perawat lainnya yang ada dimakassar untuk menyiapkan cairan, transportasi untuk  bersiap siap mengevakuasi pasien saat kapal sandar di pelabuhan Makassar.

"Pukul 07.00 Wita saya menelpon tim yang stanby di Makassar agar mengantarkan cairan ketika sudah dekat dari Makassar." Ungkapnya.

Sementara itu diatas Kapal Perintis KM Amukti Palapa Tim Medis dengan sigap terus memberikan perawatan kepada Ibu hamil tersebut dengan menyiapkan peralatan, serta memasang infus dan membimbing proses kelahiran bayi tersebut diatas Kapal

"Kita konsentrasi betul, dan saya cuma satuji doaku disitu semoga ini ibu dan bayinya selamat. Hingga pukul 09.00 Wita tadi pagi alhamdulillah Kurniati melahirkan normal saat sampai di perairan Makassar," ungkapnya terharu.

Akhirnya Putri dari pasangan Hengki (35 tahun) dan Kurniati tersebut lahir dalam kondisi normal diatas Kapal Perintis KM Amukti Palapa, dengan berat 4,2 kilogram, Senin (28/10/2019)


Usai melahirkan bayinya dengan normal, Kurniati kemudian langsung dirawat di rumah tunggu Puskesmas Liukang Tangayya yang ada di Makassar.

"Alhamdulillah ibu dan bayinya selamat, makanya saya tidak rujuk ke rumah sakit. Mereka berdua sekarang sedang rehat dan semua berjalan baik untuk penyelamatan pasien melahirkan hari ini," Jelasnya, dengan puas saat berhasil menyelamatkan nyawa Ibu dan Bayinya tersebut.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Dirujuk Ke Makassar, Warga Pulau Terpencil Pangkep Melahirkan Diatas Kapal Perintis"