Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dapat Sebabkan Kanker, Dinkes Pangkep Sidak dan Tarik Sejumlah Obat Raniditin Yang Beredar

KORANPANGKEP.CO.ID - BPOM-RI telah mengeluarkan instruksi penarikan pada beberapa obat lambung atau obat yang mengandung ranitidin karena berpotensi memicu timbulnya penyakit kanker, sebab menarik obat yang mengandung ranitidin yang disebut mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA).

Mengutip situs resmi BPOM-RI,  ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus. Informasi soal kandungan NDMA pada ranitidin awalnya disampaikan oleh US Food and Drug Administration (US FDA) serta European Medicine Agency (EMA).

Kedua lembaga tersebut sebelumnya mengeluarkan peringatan tentang adanya temuan cemaran NDMA dalam jumlah relatif kecil pada sampel produk yang mengandung bahan ranitidin. NDMA merupakan turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami.

Menurut studi, ambang batas cemaran yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake), dan bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker jika dikonsumsi melebihi ambang batas dalam jangka waktu yang lama.

Hasil studi inilah yang dijadikan dasar oleh BPOM untuk mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia. Dengan demikian, hasil studi tersebut menjadi acuan bagi BPOM untuk memerintahkan industri farmasi pemegang izin edar produk untuk melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk dari peredaran. Adapun tenggat waktu penarikan adalah selama 80 hari kerja.

Selain itu, industri farmasi juga diwajibkan untuk melakukan pengujian secara mandiri terhadap cemaran NDMA, serta menarik produk dengan sukarela apabila kandungan cemaran melebihi ambang batas yang diperbolehkan.

Untuk menjaga kehati-hatian, Badan POM telah menerbitkan Informasi Awal untuk Tenaga Profesional Kesehatan pada 17 September 2019 terkait Keamanan Produk Ranitidin yang terkontaminasi NDMA. Di Indonesia, ranitidine telah mendapatkan persetujuan sejak tahun 1989. Biasanya, ranitidine tersedia dalam bentuk tablet, sirup, maupun injeksi.

Berikut daftar obat ranitidin yang ditarik dari peredaran:
 
1. Ranitidin Cairan Injeksi 25 mg/mL, pemegang izin edar PT Phapros Tbk Nomor Bets Produk Beredar:
  • 95486 160 s/d 190
  • 06486 001 s/d 008
  • 16486 001 s/d 051
  • 26486 001 s/d 018
2. Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL, pemegang izin edar PT Glaxo Wellcome Indonesia Nomor Bets Produk Beredar:
  • GP4Y
  • JG9Y X
  • F6E
3. Rinadin Sirup 75 mg/mL, pemegang izin edar PT Global Multi Pharmalab Nomor Bets Produk Beredar:
  • 0400518001
  • 0400718001
  • 0400818001
4. Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL, pemegang izin edar PT Indofarma Nomor Bets Produk Beredar:
  • BF171008
5. Ranitidin Cairan Injeksi 25 mg/mL, pemegang izin edar PT Indiofarma Nomor Bets Produk Beredar:
  • BF171009 s/d 021
Menindak lanjuti instruksi BPOM RI Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkep melakukan sidak ke sejumlah apotek yang ada di Kabupaten Pangkep guna mengantisipasi peredaran ranitidine injeksi di Kabupaten Pangkep

Kepala Seksi Farmasi dan POM Dinkes Pangkep, Rahbiati menjelaskan, sidak ini dilakukan untuk mencegah peredaran ranitidine injeksi di apotek yang ada di Pangkep, ia menyebut bahayanya penggunaan ranitide injeksi ini dapat menyebabkan kanker.

“Ada larangan BPOM untuk menjual ranitidine ini, sehingga harus ditarik dari peredaran, sebab berbahaya ada beberapa  jenis ranitidine injeksi yang dilarang,” jelasnya.

Lanjut dijelaskan, pihaknya juga telah menyebarkan imbauan untuk tidak lagi menjual dan menggunakan ranitidine injeksi ini.

“Tidak semua ranitidine yang dilarang, yang harus ditarik yaitu ranitidine cairan injeksi 25 mg/ml dengan pemegang izin edar PT Phapros Tbk,” imbuhnya.
 

Meski pada sidak kali ini pihaknya tidak menemukan ranitidine yang dilarang edar oleh BPOM, namun ia berjanji akan terus melakukan pemantauan.

“Hasilnya ini kita tidak menemukan rantidine yang dilarang itu, namun kita alan terus memantau apotek, toko obat dan puskesmas,” pungkasnya

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Dapat Sebabkan Kanker, Dinkes Pangkep Sidak dan Tarik Sejumlah Obat Raniditin Yang Beredar "