Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belum Dimanfaatkan, Kapal Ambulance Laut Pangkep Senilai 1,8 M Tenggelam di Sungai

KORANPANGKEP.CO.ID - Kapal Ambulance Laut speed fiber yang dihibahkan Pemrintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, pada hari jadi Pangkep bulan Februari 2019 lalu ditemukan tenggelam di Sungai Pangkajene depan Rujab Bupati Pangkep, Jl merdeka, kelurahan Tumampua, kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel. Selasa (22/10/2019) kemarin malam.

Akibatnya sudah dipastikan sebagian dari komponen Ambulance Laut canggih tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah, Padahal Ambulans Laut bantuan Pemerintah Provinsi Sulsel belum pernah dimanfaatkan sama sekali untuk masyarakat kepulauan dan selama ini hanya diparkir di depan rujab Pangkep.

Dari pantauan awak media kapal ambulance laut yang bernilai Rp.1,8 Milyar tersebut, nampak seluruh badan kapal terisi air dan tenggelam hingga didasar sungai dan terjadi sekitar pukul 22.47 Wita. dan menjadi tontonan warga Pangkep.

Sementara itu Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Pangkep nampak sibuk mengenvakuasi kapal dengan menyedot air didalam badan kapal dengan  pompa alkon dan mengangkatnya dengan katrol dan baru berhasil diangkat setelah memakan waktu 2 jam

"Baru selesai dievakuasi, saat ini sekitar pukul 00.39 Wita ambulans laut ini sudah berhasil diangkat," ungkap Ridwan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pangkep.

Menurut Ridwan, pihaknya belum mengetahui penyebab tenggelamnya ambulance laut namun saat diperiksa kondisi kapal tidak mengalami kebocoran dan hanya pompa airnya yang copot.

"Kita belum tahu penyebabnya, saat dievakuasi kapal tidak bocor, Pompa air copot, dan air sungai sementara pasang, tetapi  dan sudah diangkat memakai katrol," jelasnya.

Menurut informasi dihimpun dari warga setempat dibantaran sungai palampang, menyebutkan bahwa pada sore hari air sungai mengalami surut, dan nampak kelihatan posisi kapal menjadi miring ke keri, diperkirakan saat posisi miring air sungai menjadi pasang dan memasuki seluruh isi lambung dan badang kapal dan akhirnya tenggelam didasar sungai.

Diketahui inas Kesehatan Provinsi Sulsel telah mengalokasikan anggaran pengadaan satu unit ambulance laut senilai Rp1,8 miliar tahun ini. seperti disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris Dinas Kesehatan Sulsel Bachtiar Baso yang mengaku telah menganggarkan satu unit ambulance laut untuk pelayanan di kesehatan di pulau-pulau yang sulit terjangkau.

"Satu dulu namun di anggaran pokok 2019 akan di tambah. Satu ini dulu kita mau anggarkan 1,8 M. Kita mau lihat apakah ini cukup untuk melayari pulau-pulau dengan kondisi angin kencang, hujan lebat. Jangan sampai kita anggarkan itu tidak di manfaatkan sepenuhnya." terang Bachtiar.

Pejabat sementara kadis Kesehatan ini akan menempatkan unit ambulance laut pertama itu di Kabupaten Pangkep. dengan melengkapi Tenaga kesehatan yang akan ditugaskan di ambulance laut adalah dari Fakultas Kedokteran Unhas untuk menjamin keterlibatan tenaga kesehatan yang profesional. Ambulance laut ini, lanjutnya akan di prioritaskan pelayanan kesehatan di daerah pulau-pulau

"Yang pasti penggunaan ini harus tepat guna, tepat sasaran. Tidak ada gunanya ambulance laut kalau tidak ada isinya orang-orang akan bekerja diatasnya. Oleh karenanya Fakultas Kedokteran kerjasama dengan Dinas kesehatan. Fakultas Kedokteran insya allah akan menyanggupi mengisi dokter diatas ambulance laut." tambah Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Sulawesi, dr Ichsan Mustari MHM, saat itu.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Belum Dimanfaatkan, Kapal Ambulance Laut Pangkep Senilai 1,8 M Tenggelam di Sungai"