Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Warga Menjerit Krisis Air Bersih, BPBD Pangkep hanya Mampu Suplai 2 Tangki Perhari

KORANPANGKEP.CO.ID - Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah dikabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel memaksa warga harus merogoh kocek tambahan untuk membeli air bersih setiap harinya untuk memenuhi memenuhi kebutuhan sehari hari seperti Masak, Mandi dan Cuci.

Seperti yang dialami Sukma dan warga lainnya di perumahan Rachita jalan sultan Hasanuddin kelurahan Bontokio Kecamatan Pangkajene kabupaten Pangkep, setiap harinya Ia harus membeli air bersih minimal 5 jeligen dari harga Rp.2000,- per jeligen. 


Hal ini terpaksa dilakukan warga karena tidak ada pilihan lain untuk mendapatkan air bersih, sebab air dari PDAM Pangkep sudah beberapa bulan tidak mengalir sama sekali dan air sumur bor milik warga banyak yang kering kalaupun ada airnya rasanya asin (payau).

Beberapa Warga Perumahan Rachita saat ditemui awak media memberikan penjelasan,berharap sekali kepada Pemerintah terkait,agar bisa menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi yaitu kendala air bersih. 


Mereka juga mengharapkan adanya bantuan air bersih dari pihak mana saja yang bersedia membantu,agar dapat meringankan permasalahan yang sedang terjadi.

"Tahun kemarin waktu Pileg dan Pilgub ada bantuan mobil tangki yang membawa air bersih untuk Warga,namun tahun ini belum ada bantuan dari pihak manapun, ada sambungan leden PDAM tetapi airnya tidak keluar sama sekali beberapa bulan ini, saat ini kebanyakan Warga di Rachita untuk mendapatkan air bersih,yaitu dengan membelinya di penjual air keliling." Ungkapnya

Menanggapi hal tersebut Kallang Ambo Dalle Plt .Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep, Kallang Ambo Dalle, Sabtu (28/9/2019) mengakui bahwa memeng sejumlah titik mengalami krisis air di Pangkep di wilayah daratan, pesisir, dan pegunungan maupun Kepulauan.

"Hampir semua wilayah daratan dan pegunungan pesisir dan kepulauan kekeringan. Termasuk tiga kecamatan yakni Balocci, Minasatene dan Pangkajene," katanya, Sabtu (28/9/2019).

Kallang menambahkan jika pihaknya saat ini hanya mampu mengirimkan air kewilayah wilayah yang terdampak kekeringan air tersebut hanya 2 tangki perhari untuk warga warga yang membutuhkan, hal ini dikarenakan kurangnya armada mobil tangki yang dimiliki BPBD Pangkep sehingga tak mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat Pangkep

"Kita sudah kita tindaklanjuti dan setiap hari sudah distribusi air sebanyak 2 tangki dan dibagikan gratis ke warga," ungkapnya.

Kallang juga berharap ada bantuan lain dari BPBD Provinsi seperti bantuan mobil tangki dan Anggaran untuk mengatasi krisis air bersih di wilayah kabupaten Pangkep.

"Saya sudah buat proposal untuk meminta uang dan air terkait kekeringan ini karena tangki dari BPBD terbatas dan belum menyeluruh menyentuh wilayah kekeringan," jelasnya.

Dia berharap, pengambil kebijakan tergugah menyikapi kekeringan di musim kemaran dan mau membantu masyarakat Pangkep.

"Semoga BPBD Provinsi bisa bantu kami," harapnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Warga Menjerit Krisis Air Bersih, BPBD Pangkep hanya Mampu Suplai 2 Tangki Perhari"