IKLAN

Tradisi 10 Muharram, Warga Pangkep Ramai-Ramai Borong Peralatan Dapur di Pasar

KORANPANGKEP.CO.ID - Memasuki Tahun Baru Islam, saat tiba hari asyura 10 Muharram 1441 Hijriyah yang jatuh pada 10 September 2019 hari ini, sebagian warga kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel masih hidup memegang tradisi kepasar memborong peralatan alat rumah tangga terutama alat dapur seperti ember, gayung (timba), baskom, panci dan pisau dapur.

Setiap tahun menjelang tanggal tersebut masyarakat setempat untuk peralatan dapur tanpa diketahui sejarahnya hanya mengikuti tradisi turun temurun. Sebagaimana yang terlihat di pasar sentral Pangkajene, sejumlah toko pecah belah dan alat dapur, ramai dikunjungi warga Pangkep,
terutama ibu-ibu sangat antusias berbelanja peralatan dapur baik yang ada dipegunungan, daratan dan wilayah kepulauan pangkep.

Menurut beberapa warga, hal ini sudah menjadi tradisi masyarakat di kabupaten Pangkep khususnya dan di
Sulawesi Selatan pada umumnya. Mereka percaya, jika berbelanja peralatan rumah tangga tepat di hari asyura, akan mendapatkan berkah.

“Hari ini kan peringatan 10 Muharram, jadi saya belanja alat-alat rumah tangga. Ini saya beli panci, timba, baskom, gelas hingga wajan,” kata Sitti Haq, (65 tahun) warga asal desa tompo bulu, kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Selasa (10/9/2019).

Ketika ditanya soal makna dari tradisi masyarakat yang setiap memasuki 10 Muharram mereka pergi berbelanja, Sitti Haq menyebut tidak tahu artinya, namun karena hal ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun, ia dan keluarganya pasti pergi membeli peralatan rumah tangga pada hari ke-10 bulan pertama tahun Hijriyah tersebut.

“Tidak begitu kutahu apa artinya makanya saya belanja alat rumah saja karena sudah jadi tradisi sejak dulu. Tapi kata orang-orang tua, beli timba dan semacamnya itu katanya supaya dapat limpahan rejeki,” terangnya.

Hasil pantauan awak media, tidak hanya peralatan timba dan panci yang masyarakat beli, ada juga yang beli peralatan rumah tangga jenis lain tetapi baskom, panci, dan timba itu selalu ada dengan keyakinan dua jenis barang ini bermakna bisa meraup rejeki lebih banyak.

“Kalau saya beli pisau, toples dan gelas yang bahannya semua stainless, tapi tetap saya beli panci dan timba, supaya rejeki tahan lama," tutur Pajjah (55 tahun), warga asal kecamatan pulau Liukang Tupabbiring, Pangkep.

Beda-beda cara warga memaknai 10 Muharram. Hartati misalnya, juga salah seorang warga yang ditemui tengah belanja.

"Iya saya datang ke toko ini untuk belanja alat rumah tangga karena 10 Muharram tapi sebenarnya yang penting adalah ibadah di hari asyura 10 Muharram seperti puasa," tutur Hartati.

(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Tradisi 10 Muharram, Warga Pangkep Ramai-Ramai Borong Peralatan Dapur di Pasar"

Posting Komentar