Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terkait Dugaan Korupsi Dana Bencana Tahun 2018, Kantor BPBD Pangkep Digeledah Polisi

KORANPANGKEP.CO.ID - Belum lagi dugaan kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Mattiro Bone Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkajene dan kepulauan (Pangkep) tuntas, pasca ditetapkannya Sahaba Nur sebagai tersangka Setelah melakukan gelar penetapan tersangka di Polda Sulsel, Senin 20 Agustus 2018 lalu, 
Kini Mantan Plt Kepala  Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene  dan Kepulauan (Pangkep) tersebut sepertinya bakal terjerat lagi dalam dugaan kasus Korupsi Dana Bantuan Bencana Alam pada tahun 2018 lalu, saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala BPBD Pangkep.

Hal ini terungkap saat Kantor BPBD Pangkep dan Gudang Logistik BPBD Pangkep serta rumah pribadi mantan Kabid Bencana tahun 2018, Muhammad Nasrum digeledah Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Pangkep, lantaran diduga menyimpan alat bukti dugaan penyelewengan bantuan bencana tahun anggaran 2018. Senin (23/09/2019).

Penggeledahan itu dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong dan Kanit Tipidkor Reskrim Polres Pangkep, Ipda Firman. didampingi Tim Patmor Sabhara Polres Pangkep. AKP Anita Taherong mengatakan penggeledahan ini terkait dengan penyidikan yang dilakukan atas kasus bantuan bencana tahun 2018 silam.

"Kita geledah karena masih ada dokumen yang ingin dicari untuk melengkapi proses sidik kami terkait kasus bantuan bencana 2018," ujarnya.

Menurut Dia dokumen yang diamankan di tiga tempat yang digeledah tersebut diantaranya terkait bantuan bencana banjir, kebakaran dan puting beliung pada 2018.

"Kami amankan dokumen yang ada kaitannya dengan kasus penyaluran bantuan bencana 2018," ungkap Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong yang memimpin langsung penggeledahan.

Anita menyebut, dalam kasus ini diduga kerugian negara yang ditimbulkan sekitar Rp 300 juta lebih. terdiri dari dana bantuan bencana Banjir, dana bencana puting beliung dan dan bencana Kebakaran dan pihaknya telah melakukan gelar perkara tersebut di Polda Sulsel di Makassar beberapa waktu lalu

"Kami sudah gelar perkara ini di Polda, Kerugian sementara itu sekitar Rp 300 juta lebih yakni bantuan bencana tahun 2018 seperti bantuan banjir, puting beliung dan kebakaran," pungkasnya.

Dari pantauan awak media nampak AKP Anita Taherong langsung menuju kantor BPBD di ruangan kepala seksi logistik dan ruangan mantan Plt BPBD Pangkep, Sahaba Nur. Disana, tim Tipidkor menggeledah selama dua jam dan mengamankan berkas-berkas terkait bantuan bencana pada tahun 2018. Berkas-berkas itu dimasukkan satu persatu ke dalam dos dan langsung diangkut ke dalam mobil.

Kemudian Tim Tipidkor Polres Pangkep kemudian bergerak menuju Gudang Logistik Tipidkor Reskrim juga mencari dokumen dan mengambilnya selama setengah jam. lalu menuju rumah pribadi mantan Kabid Bencana tahun 2018, Muhammad Nasrum dan menyita beberapa dokumen yang berkaitan dengan Dana Bantuan Bencana Alam tahun 2018.

Meski demikian kata Anita, mengungkapkan saat ini belum pihaknya belum menetapkan tersangka atas kasus ini karena masih dalam tahap penyidikan.

"Untuk penetapan tersangka itu belum, karena baru penetapan sidik belum penetapan tersangka," kata Anita.

"Untuk penetapan tersangka itu belum, Kami sudah gelar perkara ini di Polda. Statusnya sekarang sudah naik sidik," kata Anita.

Anita menambahkan, semua penerima bantuan saat bencana tahun 2018 itu akan diperiksa satu persatu oleh tim penyidik Tipidkor Polres Pangkep.

"Semua penerima bantuan itu ada  sekitar 300 orang dan semuanya akan diperiksa, termasuk dari BPBD Pangkep juga akan kami periksa semuanya," Pungkasnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Terkait Dugaan Korupsi Dana Bencana Tahun 2018, Kantor BPBD Pangkep Digeledah Polisi"