Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Audit BPK Temukan Sejumlah Proyek Puskesmas Bermasalah Dilingkup Dinkes Pangkep

KORANPANGKEP.CO.ID - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulsel menemukan sejumlah proyek Pembangunan Puskesmas bermasalah di lingkup Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, Dalam Auditnya BPK rata rata menemukan pekerjaan proyek puskesmas yang tidak sesuai dengan kontrak yang ada

Salah satu temuan BPK yakni pembangunan Puskesmas Taraweang, Kecamatan Labakkang, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp4,4 miliar lebih. dimana masa tenggan pengerjaan proyek tersebut dalam kontrak seharusnya telah rampung namun kondisi dilapangan Proyek tersebut belum rampung sesuai masa kontraknya,  yakni tanggal 20 Desember 2018, sesuai aturan, kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut harus dikenai denda sebesar Rp32,2 juta, tetapi hal itu tidak dilakukan Dinas Kesehatan Pangkep, dan malah mencairkan 100 persen dari nilai kontrak tersebut

Kesalahan yang sama juga terjadi pada proyek Puskesmas Minasatene. Pada proyek yang ditangani oleh PT AKS dimana dalam proyek tersebut terdapat ketidaksesuaian antara fisik di lapangan dan spesifikasi dalam kontrak. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan selisih anggaran sebesar Rp6,8 juta lebih.

Begitu pun hal serupa juga terjadi pada pembangunan Puskesmas Kalabirang dan Puskesmas Padanglampe. Kedua proyek tersebut dibangun menggunakan anggaran DAK sebesar Rp13,4 miliar lebih.

Akibatnya Sebagai tindak lanjutnya, Dinas Kesehatan diminta oleh BPK untuk melakukan pengembalian anggaran atas denda pengerjaan proyek yang mengalami ketidaksesuaian dengan masa kontrak, yang mana tentu saja hal tersebut menjadi persoalan baru, karena Dinkes Pangkep tak melakukan denda kepada para kontraktor tersebut .

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latif mengakui kesalahan tersebut dan telah menindaklanjuti temuan BPK tersebut. Termasuk adanya denda atas keterlambatan pengerjaan proyek pembangunan puskesmas yang menjadi temuan, sebab saat BPK melakukan Audit Pihak rekanan belum membayarkan nilai dendanya saat itu.

“Iya ada denda karena keterlambatan pekerjaan, tetapi saat ini dendanya sudah dibayarkan,” ucapnya.

Ditempat terpisah Anggota Komisi II DPRD Pangkep, Alfian Muis, menuding kondisi itu terjadi tidak lepas dari ketidakbecusan PPK dalam menangani pekerjaan. sehingga Dinkes Pangkep diminta pengembalian oleh BPK

“Ini persoalan administrasi dan teknis di lapangan, sehingga ditemukan beberapa persoalan. Seperti pada Dinas Kesehatan itu harus pengembalian uang, Harusnya memang penyerahan itu sesuai dengan nilai kontrak yang tertera, ini yang menyebabkan masalah sebab tidak sesuai dengan nilai kontraknya, ” pungkasnya

Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pangkep, Sugiharto mengaku, akan menindaklanjuti adanya temuan puskesmas yang bermasalah tersebut.

“Kita akan tindak lanjuti terkait temuan ini, serta tinjau langsung kondisi fisik pembangunan,” tegasnya.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Audit BPK Temukan Sejumlah Proyek Puskesmas Bermasalah Dilingkup Dinkes Pangkep"