IKLAN

PT.AMJ Mengaku Kecolongan Soal TKA Ilegal, Timpora Pangkep Minta Tanggungjawab PT. AMJ

KORANPANGKEP.CO.ID - Manajemen PT. Anugerah Marmer Jelita (AMJ) yang berlokasi di Kampung Janna Labbu, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel mengaku kecolongan atas adanya 1 orang TKA ilegal asal china tersebut

Diketahui pada pada saat inspeksi mendadak (Sidak )S1 orang TKA tidak mampu memperlihatkan dokumen keimigrasiannya secara lengkap. TKA tersebut bernama Shu Kai Hua dan langsung diamankan Timpora ke kantor Keimigrasian Makassar. kemudian dititipkan ke Tahanan Pengadilan Tinggi Makassar. Rabu (3/7/2019) lalu.

Juru Bicara Perusahaan Anugerah Marmer Jelita, David mengaku, pada saat kejadian 21 TKA ini masuk ke Kabupaten Pangkep, pada tanggal 20 Juni 2019 saat itu David sedang berada di luar kota, untuk tugas kantornya. Dia pun menyebutkan, jika ada pihak lain yang sengaja memasukkan 1 TKA ilegal tanpa sepengetahuan pihak manajemen PT.AMJ.

"Saat mereka masuk saya kebetulan sedang berada di luar kota, jadi saya tidak mengetahui persoalan kelengkapan berkas TKA tersebut " ungkapnya.

David mengaku masih menunggu konfirmasi dari pihak imigrasi soal 1 TKA ilegal tersebut. dan berjanji akan menkomunikasikan persoalan ini ke pihak keimigrasian Makassar

"Saya belum dapat konfirmasi langsung dari pihak imigrasi,  nanti akan saya komunikasikan dengan pihak manajemen. Intinya saat ini saya masih menunggu keputusan,"ujarnya.

Sementara itu Mustar, Ketua Timpora kabupaten Pangkep yang juga menjabat sebagai Kanit Intel Kejari Pangkep, mengatakan pihak perusahaan dalam hal ini penanggungjawabnya, Robert dan David harus bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan terkait 1 orang TKA ilegal yang tidak memiliki visa kerja dan dokumen resmi dari imigrasi.

"Saya minta pertanggungjawaban dari pihak perusahaan, awal permasalahan ini kan dari kalian. Ini parah sekali karena pihak AMJ membawa TKA ilegal tanpa melapor dulu ke Disnaker Pangkep," ujarnya, Rabu (10/7/2019).

Mustar menyebut, seharusnya pihak perusahaan mengikuti aturan yang ada dan Pihak AMJ harus bertanggung jawab atas kesalahan memasukkan TKA ilegal serta pihak perusahaan harus kooperatif dengan 1 TKA ilegal tersebut.

"Harus ikut aturan dong, sekarang apa upaya AMJ untuk 1 TKA yang saat ini berada di Imigrasi, apalagi  dia sudah terancam di deportasi, untuk itu pihak perusahaan harus kooperatif dong, karena ini sudah melanggar undang-undang tenaga kerja di Disnaker Provinsi." Tukasnya

Mustarpun mengingatkan pihak PT. AMJ untuk lebih serius menanggapi persoalan TKA ilegal tersebut, dan berjanji akan menempuh jalur hukum jika pihak perusahaan tidak mau bertanggung jawab terhada 1 orang TKA ilegal tersebut

Kalau tidak tanggung jawab, kami akan tetap melakukan proses secara berkala. Disnaker Provinsi yang akan langsung ke penyidik untuk upaya hukumnya, karena Disnaker sudah memeriksa, 1 TKA ini melanggar dan tidak punya visa kerja" katanya.

Sebelumnya diberitakan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Pangkep melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan di tambang PT Anugerah Marmer Jelita (AMJ), di Kampung Janna Labbu, Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Pangkep guna memeriksa kelengkapan berkas para TKA asal china tersebut.

Alhasil, Timpora Kabupaten Pangkep yang terdiri gabungan dari Dinas Ketenagakerjaan, Imigrasi Makassar, Kejari Pangkep dan Kodim 1421 Pangkep. 21 orang TKA asal china ini ternyata masih belum melengkapi berkas diantaranya 20 orang belum melengkapi dokumen Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan 1 orang TKA tidak mampu memperlihatkan dokumen keimigrasiannya secara lengkap. TKA tersebut bernama Shu Kai Hua dan langsung diamankan Timpora ke kantor Keimigrasian Makassar.

(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "PT.AMJ Mengaku Kecolongan Soal TKA Ilegal, Timpora Pangkep Minta Tanggungjawab PT. AMJ "

Posting Komentar