IKLAN

19 Tenaga Kerja Asing Asal China Diperusahaan AMJ Dipertanyakan Disnaker Pangkep

KORANPANGKEP.CO.ID - Sebuah perusahaan tambang Marmer yang bendrol Anugrah Marmer Jelita (AMJ) yang berlokasi di Kampung Janna Labbu, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, mempekerjakan 19 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negera china keberadaan di pertanyakan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pangkep

Pasalnya masuknya TKA tersebut ke Pangkep tidak berkoordinasi dengan pihak pemerintah setempat sebelum melakukan aktifitas di perusahaan tersebut, padahal keberadaan mereka diperusahaan AMJ sudah sepekan lamanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja kabupaten Pangkep Jufri Andi Baso mengungkapkan meskipun ke 19 TKA asal china tersebut, telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan namun mereka juga harus berkewajiban melaporkan hal ini ke pemkab Pangkep.

"ke 19 TKA ini tidak koordinasi dengan Pemkab Pangkep dalam hal ini Disnaker. Meskipun izinnya di Provinsi, tetapi kan kami ini juga harus mengetahui paspor dan visa apa yang digunakan," kata Jufri

Untuk itu pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak Tim Pengawas Orang Asing (Timpora), Kesbangpol dan pihak Imigrasi sulsel terkait keabsahaan para TKA asal china tersebut, Dia mengaku baru mengetahui hal tersebut setelah adanya informasi dari pihak kepolisian.  Untuk itu, laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan mendatangi perusahaan AMJ.

"Informasi saya dapat ada 19 orang asing yang bekerja di perusahaan itu. Tentunya ini suatu yang sangat tidak bisa kita tolerir. kita akan berkoordinasi dengan tim pengawas orang asing, kesbangpol, dan pihak imigrasi, Kalau itu ternyata bukan visa kerja, maka jelas itu pelanggaran penyalahgunaan visa. Dan jika memang terdapat visa kerja, tentunya sudah terdaftar dan laporannya ada di kami" pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Juru Bicara Perusahan Marmer AMJ, David William mengemukakan jika TKA yang dipekerjakan pada perusahaan AMJ sudah berada selama sepekan di lokasi tambang. dan telah terdaftar atau sudah legal. Dia menegaskan AMJ mempekerjakan sesuai dengan prosedur hukum.

"TKA yang kita datangkan sebanyak 19 orang asal China, visa yang dipakai TKA kita ini visa kerja, dan baru terhitung sepekan berada di sini. Jadi intinya kami dari pihak AMJ, sudah izin ke provinsi dan harusnya provinsi yang tembuskan ke Disnaker infonya, dan mereka ini sudah kita laporkan juga ke Polres Pangkep kalau ada TKA yang akan beraktivitas di AMJ." jelasnya.


David menambahkan bahwa 19 tenaga asing asal china tersebut, hingga saat ini belum dipekerjakan, saat ini mereka masih survei alat mesin. Dan juga masih tahap foto imigrasi. Belasan TKA itu dipekerjakan sebagai ahli di perusahaan AMJ.

"Empat diantaranya selaku tenaga ahli analisa kualitas batu, tujuh lainnya sebagai tenaga ahli alat mesin potong. Dan selebihnya bekerja di bagian keuangan, prosesing dan ahli pemasaran. Dan satu orang tersebut perempuan juru masak (koki), karena tidak semua TKA yang selera makannya bisa disesuaikan. Makanya kita ambil juga juru masaknya," tutup David.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "19 Tenaga Kerja Asing Asal China Diperusahaan AMJ Dipertanyakan Disnaker Pangkep "

Posting Komentar