IKLAN

Tak Ada Kapal di Liukang Tanngaya 2 Pasien Stroke Meninggal Karena Tak Bisa Dirujuk Ke Makassar

KORANPANGKEP.CO.ID - Angkutan kapal dari Pelabuhan Maccini Baji, Kecamatan Labakkan, Kabupaten Pangkejene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, menuju Pulau Sapuka Liukang Tanngaya yang sudah tidak beroperasi sejak 10 hari lalu, membawa korban. Satu demi satu pasien puskesmas pulau Sapuka kecamatan Liukang Tanngaya yang menderita penyakit serius tidak dapat diselamatkan dan  meninggal dunia 

Sebanyak dua orang pasien yang meninggal 10 hari terakhir lebaran idul fitri 1440 H. ini mengalami sakit stroke dan tak mendapat pertolongan yang memadai di pulau tersebut dan tak bisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, yang mempunyai peralatan lebih lengkap, yang ada di kota Makassar, Sulsel.

"Sudah ada 2 pasien yang meninggal gara-gara tak bisa dirujuk, Akibat tidak ada kapal yang bisa mengangkut pasien ke Rumah sakit di Makassar yang peralatannya lebih lengkap " kata Munir, seorang warga setempat yang dikonfirmasi awak media. Senin (10/6/2019).
 

Menurut Munir dua pasien warga sapuka yang meninggal tersebut  bernama Badaruddin (60 tahun) meninggal 2 hari sebelum lebaran dan Hamasiah (55 tahun) meninggal 3 hari sebelum lebaran keduanya mengalami sakit stroke.


Hal ini dibenarkan oleh Kepala Puskesmas pulau Sapuka Liukang Tanngaya Hj.Surianti sattuang,S.Kep, mengatakan, bahwa 2 pasienya yang meninggal tersebut akibat terkena penyakit stroke dan mengakui pihaknya tak bisa berbuat banyak akibat puskesmas yang di pimpinnya belum mempunyai peralatan lebih lengkap seperti di Rumah Sakit untuk menangani penyakit Stroke.

Srianti menjelaskan, di Sapuka tidak ada rumah sakit. Yang ada hanyalah puskesmas. Biasanya jika ada pasien yang mempunyai penyakit cukup gawat, pasien itu akan dirujuk ke Makassar, Sulsel atau ke Lombok NTB. Tetapi sudah 10 hari ini kapal perintis Adi Nusantara tidak beroperasi sejak seminggu sebelum lebaran

"Kami tidak bisa berbuat banyak untuk merujuk pasien ke rumah sakit yang lebih lengkap ke Makssar atau ke Lombok, karena sudah 10 hari kapal yang mengangkut penumpan disini tidak beroperasi," Terangnya.

Tentu saja hal itu akan membawa persoalan tersendiri bagi seorang pasien, kata Srianti, apalagi perjalanan dari pulau Sapuka ke Makassar mencapai 30 jam perjalanan juga menjadi faktor utama pasien rujukan lambat mendapatkan pertolongan karena lamanya perjalanan yang ditempuh agar bisa samapai ke Maassar.

Selain persoalan masalah transportasi kata Srianti, sejumlah alat medis di puskesmas pulau Sapuka bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pangkep, saat ini tidak dapat diperguanakan karena untuk menggunakannya memerlukan daya listrik yang cukup tinggi, sementara di pulau tersebut belum tersedia listrik PLN.

"Sejumlah alat medis kami juga tidak bisa di pakai karena tidak ada listrik yang memadai, selama ini kami hanya memakai solar sel itupun hanya muat untuk penerangan lampu saja dan untuk menyalakan peralatan sudah dipastikan tdak bisa karena tenaga listrik yang dibutuhkan haruslah besar" imbuhnya

Dia pun berharap agar pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar segera menangani persoalan persoalan yang dialami masyarakat pulau terluar dan terjauh di kabupaten Pangkep yang masih belum mendapatkan pelayanan pemerintah secara maksimal

Seperti diketahui, saat ini untuk kapal penyebrangan rakyat di pulau Liukang tanngaya dilarang oleh Syahbandar kota Makassar untuk mengangkut penumpang umum karena ijin kapal mereka hanyalah kapal pengangkut barang.

Pelarangan tersebut dilakukan untuk menegakkan peraturan menteri perhubungan yang menyebutkan bahwa kapal yang berlayar haruslah sesuai dengan ijin peruntukannya. padahal selama ini masyarakat setempat hanya menggunakan kapal barang tersebut sebagai transportasi menuju Makassar atau sebaliknya pulang ke pulau Sapuka Liukang Tanngaya.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Tak Ada Kapal di Liukang Tanngaya 2 Pasien Stroke Meninggal Karena Tak Bisa Dirujuk Ke Makassar"

Posting Komentar