IKLAN

Keutamaan Mandi Sunnah Aidul Fitri, Berikut Tata Cara, Waktu Mandi, Serta Lafaz Niatnya

KORANPANGKEP.CO.ID - Saat akan melaksanakan Shalat Idul Fitri masih banyak ummat islam yang belum paham keutamaan Mandi Sunnah Aidul Fitri yang merupakan jenis mandi yang disunahkan oleh Rasulullah SAW sebelum melaksanakan shalat sunnah idul fitri baik dilapangan maupun di masjid.

Mandi sunah ini dapat dilakukan sejak tengah malam hari raya atau pada pagi saat Subuh. Mandi sebelum Idul Fitri ini sama hukumnya dengan mandi sebelum shalat Jumat, mandi setelah memandikan mayat, dan mandi sebelum Hari Raya Idul Adha.

Sebelum melaksanakan sholat tersebut kita di anjurkan untuk mensucikan diri dengan mandi, yaitu mandi sunah sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri. Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa jumhur ulama sepakat tentang kesunahan mandi sebelum berangkat untuk melaksanakan sholat Idul Fitri.

Berikut ini merupakan hadist tentang anjuran mandi sebelum melaksanakan sholat hari raya.

عَنْ الفَا كِهِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ النَّبِّىَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَوْمَ عَرَفَةَ وَيَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ

Artinya :

"Dari Fakih bin Sa'ad, Bahwa sanya Nabi Saw, mandi pada hari Jum'at, hari Arafah, hari raya Fitri dan pada hari raya Haji." ( H.R Abdullah bin Ahmad )

Dari hadist diatas diterangkan bahwa Rasulullah SAW, mandi pada hari Jum'at, hari Arafah, hari raya Idul Fitri dan Pada hari raya Idul Adha.

Mandi Idul Fitri menghilangkan segala jenis najis yang menempel di badan dan mengalirkan air ke seluruh badan, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki berikut lipatan-lipatan tubuh harus dibasuh semua.

Adapun waktu pelaksanaannya bisa dilakukan mulai dari pertengahan malam Idul fitri. Dan tidak sah mandinya jika dilakukan sebelum tengah malam. Bahkan di dalam kitab al Bajuri Hasyiyah Kitab Fathul Qarib berhukum haram jika ia sengaja melakukan hal tersebut, karena melakukan ibadah yang rusak.

Adapun lebih afdhalnya dilakukan setelah fajar atau subuh. waktu mandi di hari raya, yang paling utama hal itu dilakukan setelah shalat fajar (Subuh). Jika sudah terbenamnya matahari di hari Idul Fitri, maka sudah tidak disunahkan lagi mandi, karena disunnhkannya mandi pada hari itu adalah tujuannya untuk berhias di hari raya Idul Fitri, sementara dengan terbenamnya matahari menunjukkan berakhirnya hari tersebut.

Kalau mandi sebelum shalat fajar, tetap diterima jika waktunya sempit dan berat apabila dilakukan setelah shalat fajar, karena banyak yang ingin pergi melakukan shalat Id, begitu juga mungkin tempat shalatnya jauh. Dalam kitab Al-Muntaqa Syarh Al-Muwatha Imam Malik dikatakan,

"Dianjurkan mandi sesaat sebelum berangkat ke tampat shalat. Ibnu Habib mengatakan, ‘Sebaik-baik waktu mandi adalah setelah shalat subuh. Malik mengatakan dalam Mukhtashar, kalau mandi untuk dua hari raya setelah fajar, perkaranya luas."

An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu berkata, "Terkait dengan waktu sahnya mandi ini ada dua pendapat, salah satunya adalah setelah terbit fajar. Ditegaskan dalam Kitab Al-Umm. Ini yang paling kuat menurut kesepakatan ulama kalangan kami. Namun diperbolehkan juga dilakukan setelah dan sebelum fajar."

Al-Qadi Abu At-Thayyib dalam kitabnya Al-Mujarrad Syafi’i menegaskan di kitab Al-Buwaithy akan sahnya mandi untuk hari raya sebelum terbitnya fajar.

An-Nawawi berkata, "Kalau kami katakan yang paling kuat, hal itu menunjukkan sebelum fajar juga sah. Dalam hal ini ada tiga pendapat. Yang paling kuat dan paling dikenal adalah sah mandi dilakukan setelah pertengahan malam dan tidak sah sebelumnya. Kedua, sah dilakukan pada  seluruh malam. Hal ini ditegaskan oleh Al-Ghazali dan dipilih oleh Ibnu Ash-Shabbag dan lainnya. Ketiga, sah kalau dilakukan menjelang fajar di akhir malam. Pendapat ini dikuatkan oleh Al-Baghawi."

Kesimpulannya, tidak mengapa mandi untuk hari raya sebelum shalat Fajar agar memungkinkan bagi seorang muslim dapat segera keluar melaksanakan shalat Idul Fitri. Namun tidak sah jika dilakukan sebelum pertengahan malam Idul Fitri.

Niat Mandi Sunah Idul Fitri

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liyaumi 'iiedil fithri sunnatan lillaahi ta'alaa

Artinya :

"Sengaja saya mandi pada hari Raya Idul Fitri Sunnah karena Allah Ta'ala"

Lafadz niat diatas, dibaca ketika hendak mandi sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri.

Selain niat berikut kami sampaikan juga taat cara mandi wajib sebelum shalat Idul Fitri. Untuk lebih jelasnya begini cara mandi wajib bagi pria dan wanita.

Tata Cara Mandi wajib Bagi Pria

Ada hadits dan beberapa anjuran yang berbeda mengenai tata cara mandi wajib untuk pria. Menurut HR At-Tirmidzi, menyela pangkal rambut hanya dikhususkan bagi laki-laki. Para wanita tidak perlu melakukan hal ini. Berikut ini tata cara mandi wajib dengan cara Nabi Muhammad SAW menurut hadits Al Bukhari.

"Dari Aisyah istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, Beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk salat.

lalu memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menggosokkannya ke kulit kepala. Setelah itu beliau menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya." (HR. Al Bukhari)

"Dari Aisyah dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudhu dengan wudhu untuk salat.

Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki." (HR. Muslim)

Berikut ringkasan taat cara mandi wajib bagi pria

  1. Mulailah dengan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar.
  2. Ambil air kemudian membasuh tangan sebanyak 3 kali.
  3. Bersihkan semua najis atau kotoran yang masih menempel pada tubuh.
  4. Berwudhu sebagaimana ketika hendak salat
  5. Mengguyur bagian kepala hingga tiga kali
  6. Siram anggota badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian siram anggota badan pada bagian kiri sebanyak tiga kali juga.
  7. Membasuh rambut dan menyela pangkal kepala dengan cara memasukkan kedua tangan ke air, lalu menggosokkannya ke kulit kepala, dan kemudian menyiram kepala tiga kali.
  8. Gosok bagian tubuh sebanyak tiga kali, baik pada bagian depan, belakang, atau menyela rambut serta jenggot.
  9. Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air, dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri.
Tata Cara Mandi Wajib Bagi Wanita

Tata cara mandi bagi wanita, dibedakan antara mandi junub dan mandi setelah haid atau nifas. Untuk tata cara mandi junub bagi wanita, sama dengan tata cara mandi bagi laki-laki, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Hanya saja, wanita yang mandi junub dibolehkan untuk menggelung rambutnya, sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ummu Salamah, beliau bertanya:


“Wahai Rasulullah, aku seorang wanita yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketika mandi junub?”

Beliau menjawab: “Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyurlah kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330).

Dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri,” (HR. Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253).

Berikut ini, ringkasan tata cara mandi junub seorang Muslimah yang disunnahkan adalah sebagai berikut:

  1. Niat (Menurut para ulama niat itu tempatnya di hati).
  2. Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan tersebut dimasukkan dalam bejana atau sebelum mandi.
  3. Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri.
  4. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan ke tanah (atau lantai) atau dengan menggunakan sabun.
  5. Berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak shalat.
  6. Menyiramkan air ke atas kepalanya tiga kali.Mengguyur air pada kepala sebanyak tiga kali hingga sampai ke pangkal rambut atau kulit kepala dengan menggosok-gosokkannya dan menyela-nyelanya (Tidak wajib bagi wanita untuk mengurai ikatan rambutnya).
  7. Mengguyur air ke seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan setelah itu yang kiri.
Sedangkan untuk mandi karena haidh dan nifas, tata caranya sama dengan mandi junub namun ditambahkan dengan beberapa hal berikut ini:

Pertama: Dianjurkan Menggunakan Sabun. Hal ini berdasarkan hadis Aisyah radhiallahu ‘anha, yang bertanya kepada Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mandi wanita haid. Beliau menjelaskan:

“Kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu wudhu dengan sempurna. Kemudian menyiramkan air pada kepalanya, lalu menggosok-gosoknya agak keras hingga mencapai akar rambut kepalanya. Kemudian menyiramkan air pada kepalanya. Kemudian engkau mengambil kapas bermisik, lalu bersuci dengannya.” (HR. Bukhari no. 314 & Muslim no. 332)

Kedua: Melepas gelungan, sehingga air bisa sampai ke pangkal rambut Hadis di atas merupakan dalil dalam hal ini: “…lalu menggosok-gosoknya agak keras hingga mencapai akar rambut kepalanya..”

Hadis ini menunjukkan tidak cukup dengan hanya mengalirkan air seperti halnya mandi junub, namun harus juga digosok, seperti orang keramas memakai sampo.


(ADM-KP)


AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Keutamaan Mandi Sunnah Aidul Fitri, Berikut Tata Cara, Waktu Mandi, Serta Lafaz Niatnya "

Posting Komentar