IKLAN

Tinggal di Lembah Kampung Biku, Balocci, Pangkep, Serasa Hidup Dijaman Batu

KORANPANGKEP.CO.ID - Mungkin Anda sudah sering melihat orang-orang suku pedalaman di Indonesia yang hidup dan tinggal di daerah terpencil ditengah hutan belantara. Ternyata hal sedemikian pun masih dapat ditemui di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel, padahal kabupaten ini sudah terbilang lebih maju dari daerah lain di indonesia. karena memiliki perusahaan tamabang terbanyak di Sulsel.

Sebanyak Puluhan orang tinggal di desa yang letaknya tersembunyi diatas gunung kars Pangkep. Tidak hanya tempat tinggal yang dari kayu dan bambu, sarana prasana seperti jalan, sekolah dan kesehatan serta listrik belum pernah mereka nikmati sama sekali.

Kampung Biku, itulah namanya. Perkampungan ini terletak di dalam lembah sebuah gunung batu di kelurahan Balleangin, kecamatan Balocci, kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. letaknya sangat terpencil, jauh dari ibu kota Kabupaten Pangkep dan hanya ada 15 rumah di kampung yang terletak di atas pegunungan karst ini.

“Kita memang terisolasi, tidak ada akses untuk tembus ke kampung kami selain jalan kaki di lereng gunung. Makanya, listrik juga tidak sampai ke rumah kami. Jaraknya yang sangat jauh menyulitkan pemerintah untuk pasang listrik,” beber Ambo Tuo, salah seorang warga Kampung Biku.

Warga di kampung ini masih seperti hidup di jaman batu jika malam tiba mereka hanya mengandalkan penerangan dari pelita kayu bakar yang dinyalakan setiap malam. Ibu-ibu di kampung ini juga hanya bisa memasak menggunakan kayu bakar. Tidak ada kompor seperti yang digunakan masyarakat pada umumnya.

Butuh perjuangan untuk sampai di kampung ini sebab waktu yang digunakan untuk dapat mencapai kampung ini sekitar lima kilometer berjalan kaki dari Ibu kota Kelurahan Balleanging, kemudian menanjak dan mendaki melewati empat gugusan karst. Diperlukan waktu dua hingga tiga jam untuk sampai ke Kampung Biku.

Semua jalan yang dilewati ini terdiri dari batuan karst. Tidak ada tanah untuk berpijak. Tetapi jalan itu dipenuhi gugusan batuan karst yang tajam. Sehingga setiap yang melintas harus berhati-hati.

Apalagi kendaraan masyarakat Kampung Biku tidak pernah mendapati kendaraan bermotor yang melintas selain pejalan kaki saja. bukan hanya itu sarana ibadah masjid pun belum ada ditempat ini

Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana saat berkunjung ke kampung tersebut, mengaku sangat prihatin dengan kondisi kehidupan masyarakat di atas pegunungan karst yang hidup serba terbatas dan kekurangan.

“Kasihan kehidupan warga kami, Ini sudah sangat terpencil dan terisolasi. Kita akan carikan solusi secepatnya untuk mereka, agar para warga yang ada di kampung ini dapat memeroleh kehidupan yang sama seperti masyarakat lainnya,” katanya.

Syahban pun berjanji, akan memprioritaskan bantuan listrik tenaga surya untuk masyarakat yang bermukim di kawasan karst tersebut.

“Semuanya serba tradisional. Hingga memasak juga masih menggunakan kayu bakar. Kita akan memberikan bantuan listrik tenaga surya bagi warga Kampung Biku,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Tinggal di Lembah Kampung Biku, Balocci, Pangkep, Serasa Hidup Dijaman Batu"

Posting Komentar