IKLAN

Terkesan Jalan Ditempat, Kasus Dugaan Pungli Sertifikat Gratis Biraeng Dipertanyakan

KORANPANGKEP.CO.ID - Kasus dugaan pungutan liar (pungli) program redistribusi penerbitan sertifikat gratis di Kelurahan Biraeng dipertanyakan masyarakat setempat selaku pelapor. Pasalnya, kasus yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel terkesan jalan ditempat, kejari pangkep pun didesak untuk dapat segera dituntastkan.

Salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Biraeng yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan, kasus yang saat ini masih bergulir di tingkat penyidikan menjadi teka-teki di kalangan masyarakat, lantaran dinilai tidak ada perkembangan dan kejelasan penanganan kasus tersebut yang ditangani oleh Kejari Pangkep, padahal sudah ratusan warga dan beberapa pejabat yang telah dipanggil terkait pemberian keterangan kasus tersebut.

“Kejaksaan kita minta serius menangangi kasus ini. Kita menilai penanganan kasus ini jalan ditempat sejak dilaporkan pada bulan Januari lalu,” tegasnya, Sabtu, (11/5/2019).

Menurutnya, kasus dugaan pungli yang terjadi dikelurahan biraeng seharusnya sudah bisa menuai titik terang. Hal itu dikarenakan dalam penanganan kasus ini Kejari Pangkep sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari berbagai kalangan serta adanya bukti yang cukup jelas, termasuk dirinya sudah dimintai keterangan. Kasus tersebut diharapkan dapat dituntaskan secepatnya agar masyarakat khususnya di kelurahan Biraeng mendapat jawaban yang jelas tentang proses hukum tersebut.

 “Kasus pungli yang terjadi sudah cukup jelas. Sehingga Kejaksaan harus bertindak tegas. Jangan penanganan tetap berjalan itu hanya sebatas isu angin. Kita juga menilai bahwa penanganan kasus ini jalan di tempat,”kritiknya.

Menanggapi desakan ini, Kepala Kejaksaan Negeri Pangkep, Firmansyah Subhan, yang ditemui disela buka puasa kamis (9/5/2019) kemarin di salah satu warung kikil di jalan sultan Hasanuddin Pangkep, menjelaskan kasus dugaan Pungli program redistribusi penerbitan sertifikat gratis yang terjadi di Kelurahan Biraeng merupakan salah satu kasus yang menjadi atensi untuk dituntaskan tahun 2019 ini.

Jika dalam penanganan semua kasus tersebut ada sebagian masyarakat merasa Kejaksaan lamban. Menurutnya, selain karena banyak perkara yang ditangani di tingkat penyelidikan, juga kejaksaan menunggu proses pelaksanaan PEMILU 2019 ini selesai.

“Tapi semua insya Allah kami tangani usai proses Pemilu 2019, kami tidak ingin mengganggu jalannya proses Pemilu, Tunggu saja Tanggal Mainnya dituntaskan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Armin Syanur, SE oknum mantan kepala kelurahan biraeng (saat ini sudah pindah tugas menjadi kepala kelurahan Bontoa) Kecamatan Minasatena Kabupaten Pangkep Sulsel, diduga mentransaksikan sertifikat gratis yang diprogramkan pemerintahan Joko Widodo hingga Rp.500.000 perbidang, bahkan oknum Mantan lurah Biraeng tersebut mematok biaya pengurusan Akte Hibah hingga Rp.7 juta. .

Hal ini terungkap saat penyerahan sertifikat gratis ke masyarakat oleh Bupati Pangkep H.Syamsuddin Hamid, di rumah jabatan Bupati Pangkep, Kamis, (27/12/2018) lalu. yang dihadiri ratusan warga dari dua kelurahan yakni kelurahan Biraeng dan Kelurahan Minasatene, kecamatan Minasatene Pangkep. 


Syamsudin saat itu dengan bangga menyampaikan hal ini di hadapan warganya jika ini sertifikat gratis dari pemerintah, namun dibantah oleh salah seorang warga yang datang saat itu jika mereka melakukan pembayaran atas penerbitan sertifikat tersebut ke kantor kelurahan Biraeng.

(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Terkesan Jalan Ditempat, Kasus Dugaan Pungli Sertifikat Gratis Biraeng Dipertanyakan"

Posting Komentar