IKLAN

Polres Pangkep Akan Panggil DLH dan Lurah Tekolabbua Terkait Keberadaan Batu Bara Ilegal

KORANPANGKEP.CO.ID - Meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan telah menyatakan bahwa tumpukan batu bara yang ada di kampung Bantilang, Kelurahan Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, namun hingga saat ini pihak DLH kabupaten Pangkep belum mengambil tindakan serius mengenai keberadaan batu bara ilegal tersebut.

Padahal tumpukan batu bara ilegal tersebut sudah sejak lama dikeluhkan mengganggu warga setempat, akibatnya sudah ada jatuh korban sakit ISPA akibat asap tebal yang ditimbulkan saat batu bara tersebut terbakar dengan sendirinya akibat panas, bahkan sebagian penghuni rumah ada yang sudah mengugsi untuk sementara di rumah kerabatnya karena tak tahan dengan bau dan asap batu bara tersebut.

Anehnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pangkep, Agussalim mengaku tidak tahu harus berbuat apa terkait keberadaan tumpukan batu bara itu. Agus menyebut, jika saja pihaknya mengetahui pemilik perusahaan DLH Pangkep pasti memberi teguran.

"Saya tidak tahu juga harus berbuat apa. Karena kami tidak pernah mengelurakan izin sebelumnya,Seandainya kita tau pemiliknya, kita kasi teguran. Cuma kita tidak tahu siapa yang punya makanya tidak dikasi surat teguran," terangnya.

Agus menambahkan, pihaknya saat ini tengah akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dalam hal ini kelurahan tekolabbua perihal keberadaan batubara tersebut.

"Kita akan koordinasi sama pak lurah, siapa punya tempat itu dan perusahaan batu bara. Tentu kalau jelas siapa yang punya kita bisa tindaki juga," jelasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong angkat bicara terkait keberadaan tumpukan batubara yang meresahkan warga setempat. ia pun menyayangkan tindakan pemkab Pangkep yang tidak merespon cepat keluhan masyarakatnya.

"Langsung kita turunkan personel untuk mengecek lokasi. Ini jelas tidak bisa dibiarkan. Harusnya instansi terkait merespon cepat keluhan masyarakat ini, Persoalan ini juga kan harusnya ada izin dari Dinas Lingkungan Hidup. Mereka yang memang tangani persoalan seperti ini. Kami minta kerjasamanya untuk mendesak DLH keluarkan teguran," tandas dia.

Pihak Reskrim juga segera akan memanggil pemerintah setempat seperti Lurah Tekolabbua, dinas terkait dalam hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk memberi keterangan.

"Semua instansi terkait kita bakal panggil. DLH merupakan instansi paling bertanggungjawab atas keberadaan batu bara itu. Saat ini kita sudah mulai lidik. Semuanya akan kita panggil," tegas Anita Taherong.

(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

1 Response to "Polres Pangkep Akan Panggil DLH dan Lurah Tekolabbua Terkait Keberadaan Batu Bara Ilegal"