IKLAN

Harga Bawang Merah Dan Putih Naik 100 Persen, Pemkab Pangkep Diminta Operasi Pasar

KORANPANGKEP.CO.ID - Menjelang bulan suci ramadhan sejumlah harga kebutuhan pokok di kabuapeten Pangkajene dan Kepulauan Sulsel, merangkak naik dengan drastis di Pasar Sentral Pangkep, utamanya harga bawang putih dan bawang merah yang melonjak hingga 100 persen dari bulan sebelumnya. 

Bawang putih yang bulan lalu dijual Rp 25,000 hingga Rp 27.000 per kilonya, hari ini, Rabu (1/5/2019) naik menjadi Rp 55.000 perkilogram. Bawang merah naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 45.000 perkilonya.

Pedagang di Pasar Sentral Pangkep, M.Nur, menyebutkan, kenaikan harga bawang Merah terjadi akibat stoknya berkurang lantaran cuaca ekstrim melanda sejumlah sentra pemasok seperti di Enrekang.

Sementara Bawang putih berkurang yang biasanya bawang Murah di dominasi dari pasokan bawang inport dari china juga berkurang karena adanya larangan pemerintah meng import bawang putih ke Indonesia, Akibatnya Bawang lokal justru menaikan harganya hingga 100 persen.

"Kenaikan harga menjelang ramadhan ini bukan karena keinginan kami namun memang Harga pasokan bawang dari Enrekang yang naik drastis, begitupun bawang putih inport china juga sudah sulit didapat, sementara bawang putih lokal justru naik 100 persen" Ungkap M.Nur. Rabu (1/5/2019)

Dia menambahkan, permintaan masyarakat terhadap bawang putih impor dengan kualitas baik di Pangkep cukup tinggi menjelang Ramadhan ini, sehingga harganya akan mahal ketika pasokannya lebih rendah dari permintaan.

M.Nur pun berharap agar Pemerintah kabupaten Pangkep melakukan operasi pasar, dengan menyiapkan stok harga bawang murah untuk pedagang. Dengan harapan operasi pasar bisa menurunkan harga, sampai stok datang kembali dan harganya bisa normal kembali.

(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Harga Bawang Merah Dan Putih Naik 100 Persen, Pemkab Pangkep Diminta Operasi Pasar"

Posting Komentar