IKLAN

Diduga Tawarkan Pengaturan Suara Caleg, Oknum PPK Tupabiring Dilapor Ke Bawaslu Sulsel

KORANPANGKEP.CO.ID - Pasca Pemilu 2019 yang baru saja berlangsung rupanya menyisahkan angin tak sedap bagi demokrasi yang sedang dibangun di Indonesia. sejumlah peserta pemilu pun satu persatu melaporkan dugaan kecurangan pemilu yang diduga dilakukan oleh oknum Panitia Pengumungutan Kecamatan (PPK).

Salah satunya adalah seperti yang terjadi di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), dimana seorang oknum ketua PPK dari kepulauan kecamatan Tupabbiring di laporkan ke Bawaslu Sulsel oleh Andi Ridha Ade Irwan caleg DPRD provinsi dari Partai Demokrat Nomor Urut 8.

Dalam laporannya Andi Ridha Ade Irwan menuding ketua PPK tupabbiring yang bernama Rahmat, ditenggarai bermain mata dengan sejumlah caleg DPRD provinsi tertentu untuk mengatur perolehan suara dikecamatan kepulauan Pangkep tersebut dan merasa suaranya dihilangkan di kepulauan Pangkep.

Menurut Andi Ridha dirinya pernah di hubungi oleh oknum PPK tersebut dan menawari dirinya untuk mengatur suara. Modusnya, dia meminta bayaran Rp50 juta ke caleg bersangkutan dan berjanji bisa mengatur suara dari kepulauan Kecamatan Liukkang Tanggaya dari PPK, PPS dan TPS. namun ditolak

“Ada oknum PPK bernama Rahmat yang datangi saya dan minta atur suara. Dia minta dibayar 50 juta dia bertugas di PPK Tupabiring, Pangkep,” beber Andi Ridha, Selasa 14 Mei 2019.

Ridha menambahkan Bukan hanya caleg demokrat yang didatangi, caleg lain seperti Golkar dan Gerindra kabarnya juga mendapat tawaran yang sama. Ia juga mengetahui bahwa hal tersebut ditawarkan kepada beberapa Caleg lainnya, namun janji oknum PPK bersangkutan tidak sesuai harapan.

Indikasi pengaturan suara ini telah dilaporkan kepada KPU dan Bawaslu Sulsel. Andi Ridha berharap agar indikasi ini dibongkar sebelum tanggal 22 Mei atau pleno KPU.

“Kami berharap agar KPU dan BAwaslu mencroscek C1 di Kecamatan Liukang Tangayya, Kec. Liukang Kalmas, Kec. Tupabiring, dan Kec. Tupabiring Utara (Semua daerah kepulauan),” bebernya.

Sementara itu Rahmat Ketua PPK Kecamatan Liukang Tupabiring, mengaku sangat terkejut atas adanya informasi yang menyebut dirinya melakukan pengaturan suara dan meminta sejumlah uang Rp50 juta untuk memenangkan caleg tertentu.

“Tuduhan itu tidaklah benar. Kami tidak melakukan perubahan suara dan tidak pernah menerima dana seperti yang diberitakan,” paparnya.

“Terkait adanya dana Rp50 juta dan pengaturan suara itu tidaklah benar. Pengaturan suara di tingkat kecamatan itu sangat mustahil dilakukan. Sebab C1 telah dipegang oleh masing-masing saksi,” jelasnya, Rabu (15/4/2019).

Ia juga menyebut tidak pernah bertemu dengan Andi Ridha Ade Irawan yang menyebut sebelumnya bahwa Rahmat menawarkan pengaturan suara untuk wilayah kepulauan untuk caleg tertentu.

(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Diduga Tawarkan Pengaturan Suara Caleg, Oknum PPK Tupabiring Dilapor Ke Bawaslu Sulsel"

Posting Komentar