IKLAN

Astaga, Pasca Pemilu Ahli IT Temukan Hanya 2 TPS di Pangkep Yang DPT Nya "Valid"

KORANPANGKEP,CO.ID - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, kembali telah melakukan Sidang pelanggaran administratif pemilu 2019. dengan agenda Pembuktian gugatan yang dilaporkan oleh Hendra Asman, S.Pd, Caleg dari PKS dapil 1 Pangkep pada tanggal 8 Mei 2019 lalu.

Dari pembuktian yang disampaikan oleh Saksi IT pelapor yang bernama Idham Amiruddin  yang merupakan mantan konsultan KTP Nasional (1996-1998, Provinsi Sulawesi Utara) menunjukan sejumlah kejanggalan yang ada di DPT yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkep,

Salah satu kejanggalan DPT yang ditemukan adalah Pertama, NIK rekayasan yang tidak sesuai dengan undang-undang. Kedua,data ganda yang menurut KPU telah dicoret namun kenyataannya masih ada bahkan digunakan dalam Pemilu 17 April yang lalu.ketiga juga ditemukan DPT dibawah umur dan Keempat NIK berkecamatan siluman.

Padahal sebelumnya pihak KPU Pangkep telah berulangkali melakukan perbaikan baik dilakukan pada tahap II oleh KPU pusat bertanggal 15/12/2018 ,Maupun DPT hasil perbaikan ke III namun tidak ada perubahan dan data masih tetap sama dengan DPT tahap II.


Pada sidang penyampaian alat bukti tersebut Saksi Ahli IT menemukan bebrapa jumlah kerusakan  antara lain NIK rekayasa sejumlah 12.807, pemilih ganda absolut 289 kasus , NIK kecamatan siluman 45 kasus, dan pemilih dibawa umur 80 kasus.

Idham Amiruddin saat diwawancara awak media menyebutkan  pada sidang kemarin, KPU tidak mampu menunjukkan bahwa koreksi-koreksi DPT telah diperbaiki  oleh pihak negara dengan dokumen berita acara dalam hal ini capil "Ucap Idham Amiruddin.

Idham menambahkan Dengan adanya perusakan NIK pada pemilu kali ini pihaknya  menemukan bahwa dari 966 TPS di Kabupaten Pangkep hanya ada 2 TPS yang mengandung data pemilih yang valid dan lengkap atau sesuai yakni TPS-07, Desa Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro dan TPS-05, Desa Bontoa, Kecamatan Minasa Te’ne dan sebanyak 964 TPS di Pangkep masih ditemukan ada NIK pemilihnya tidak sesuai atau rusak.

"Jumat kemarin (10/5/2019), kami telah menjalani sidang penyampaian kesimpulan di Kabupaten Pangkep sisa menunggu putusan Bawaslu Pangkep pada hari selasa 14 Mei 2019 lusa. " Pungkas Idham Amiruddin.

Sementara itu pihak KPU Pangkep selaku terlapor yang dalam hal ini dihadiri oleh Rohani Devisi Data menanggapi dengan ucapan terimakasih kepada pelapor atas data yang ditunjukan.

"Kami dari KPU Pangkep mengucapkan terimakasih atas data yang disampaikan semoga kedepannya dapat menjadi evaluasi kami pada pesta demokrasi berikutnya" Ucapnya dalam sidang tersebut.

Menanggapi hal tersebut Hendra Asman, S.Pd selaku pelapor mengemukakan Beredasarkan alasan alasan tersebut diatas memohon kepada majelis sidang Bawaslu memberikan putusan yang adil dan masuk akal demi tegaknya demokrasi yang sementara kita bangun di negara yang kita cintai Indonesia.

"Semoga Bawaslu Pangkep dapat mengambil putusan yang bijak dan adil. memeriksa dan menkaji laporan dan bukti bukti pelapor,yang diduga melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu serta menjatuhkan sanksi etik kepada terlapor." Tukasnya

(ADM-KP)

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Astaga, Pasca Pemilu Ahli IT Temukan Hanya 2 TPS di Pangkep Yang DPT Nya "Valid""

Posting Komentar