Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Limbah Batu Bara Ilegal Resahkan Warga Tekolabbua, Sudah Ada Warga Jatuh Sakit Karenanya

KORANPANGKEP.CO.ID - Tumpukan limbah batu bara ilegal yang berada di tengah perumahan warga kampung Bantilang, Kelurahan Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan dikeluhkan warga setempat, Pasalnya batu bara tersebut sudah menimbulkan debu, asap serta mulai terbakar pas disamping perumahan warga.

Akibatnya sejumlah warga yang berada disekitar tempat tersebut mulai mengalami sakit ISPA dan sakit mata akibat asap tebal yang dikeluarkan saat batu bara tersebut terbakar dengan sendirinya, bahkan sebagian penghuni rumah ada yang sudah mengugsi untuk sementara di rumah kerabatnya karena tak tahan dengan bau dan asap batu bara tersebut.

Menurut informasi warga setempat keberadaan batu bara itu milik salah seorang pengusaha dari kabupaten Jeneponto dan sebelumnya diketahui sendiri oleh kepala kelurahan Tekolabbua namun terkesan dibiarkan begitu saja sejak lama tanpa ada tindakan dari pihak pemerintah setempat utamanya masalah Amdal.

"Batu bara ini katanya milik pengusaha dari jeneponto, dan sudah lama disini, ini sangat mengganggu kami dan terkesan dibiarkan begitu saja sampai terbakar dan menimbulkan asap dan bau," jelas salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.


Diapun berharap agar pemerintah kabupaten Pangkep segera mengangkut limbah batubara tersebut jauh dari pemukiman mereka karena selain keberadaannya mengganggu kesehatan warga, api yang kadang timbul membakar batu bara tersebut membahayakan pemukiman warga.

Sementara itu Kepala kelurahan Tekolabbua, Irwandi. membenarkan hal tersebut Dia mengaku bahwa pihaknya telah berupaya mendatangkan pemilik batu bara agar seluruh batu bara itu diangkut. Namun hingga saat ini tidak kunjung datang.

“Memang sangat menganggu warga. Bahkan sudah ada yang masuk rumah sakit, ada juga yang mengungsi karena dampak asapnya. Saya dijanji terus sama pemiliknya. Tetapi sampai sekarang belum datang juga, bahkan saat ini tidak mau lagi mengangkat teleponnya saat dihubungi” Ungkapnya.

Irwandi menyebutkan pihaknya juga sudah berkordinasi dengan polsek Pangkajene untuk bagaimana caranya agar batu bara tersebut tidak terbakar dan menimbulkan bau yang mengganggu warga setempat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pangkep, H.Agussalim, MM menegaskan bahwa perusahaan batu bara tersebut tidak memiliki izin beroperasi, dan tidak pernah melaporkan kepemerintah tentang adanya tumpukan batu bara di daerah tersebut.

“Itu daerah tambak dan pemukiman warga tidak boleh ada limbah batu bara disitu, yang jelasnya itu sudah melanggar. Kami pun tak tahu Siapa pemiliknya karena tidak pernah lapor, Kami akan tindaklanjuti. Apalagi izin-izinnya juga tidak ada,” pungkasnya.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Limbah Batu Bara Ilegal Resahkan Warga Tekolabbua, Sudah Ada Warga Jatuh Sakit Karenanya"