Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lakukan PSU, Partisipasi Pemilih Menurun di Pencoblosan Ulang Pemilu 2019 Pangkep

KORANPANGKEP.CO.ID - Sebanyak 16 tempat pemungutan suara (TPS) di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, baru saja usai melakukan pemungutan suara ulang (PSU). Meski begitu, antusiasme warga sangat kurang pada pencoblosan ulang di banding dengan pemilu 17 April 2019 kemarin.

Hal ini dikarenakan sejumlah warga telah banyak yang melakukan aktifitasnya kembali diluar daearah seperti bekerja dan masuk kuliah kembali seperti dikota Makassar, selain itu faktor yang mempengaruhi kurangnya pemilih adalah tidak semua dari 16 TPS melakukan pencoblosan untuk 5 kertas suara seperti pencoblosan lalu. Bahkan, ada satu TPS yang hanya melakukan PSU khusus untuk pemilihan presiden dan wakil presiden.

Seperti di TPS 01 Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene. TPS ini terlihat sepi dari pemilih sejak pagi hingga menjelang penutupan karena di TPS ini hanya mengulang pencoblosan pilpres.

"Iya (sepi), dari DPT sebanyak 280, sekarang baru ada 55 persenan yang mencoblos. Kalau pemilu (coblosan) kemarin itu hampir 90 persen, mungkin banyak warga yang pulang kampung dan bekerja serta kuliah diluar daerah. Apalagi di sini juga cuma mencoblos kertas suara pilpres saja." kata Ketua KPPS 01 Biraeng, Anwar Said, Sabtu (27/4/2019) kemarin.

Anwar mengaku penyebab dilakukannya Pencoblosan ulang di TPS nya saat ini,karena dulu dirinya keliru mengeluarkan kebijakan bagi pemilih yang menggunakan KTP. Ia mengira pemilih yang menggunakan KTP dari luar boleh memilih hanya untuk pilpres saja, sehingga PSU di TPS-nya ini memang untuk pilpres saja.

"Ada lima orang (dari luar), 2 dari Papua dan sisanya dari Jawa. Saya salah paham, saya kira pemilih KTP dari luar itu tetap bisa mencoblos tanpa A5 dan hanya boleh pilpres saja, jadi saya waktu itu kasih kertas suara pilpres," tuturnya.

Hal ini dibenarkan Burhan bahwa penyebab PSU di Pangkep karena kesalahan dibeberapa Panitia Pemungutan Suara (PPS) di TPS yang tidak memperhatikan aturan pemilu sebelum pemilih mencoblos di TPS.

"Petugas KPPS tidak mencermati pemilih dan KTP pemilih yang datang. Hal itu menjadi salah satu penyebabnya," ucap Burhan.

senada dengan hal tersebut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangkep Samsir Alam mengatakan, keluarnya rekomendasi untuk dilakukan PSU, setelah adanya temuan pemilih yang tidak sesuai dengan alamat KTP dan tidak memiliki surat panggilan.

"Mengacu pada Undang-undang nomor 7 tahun 2017 pasal 372, pasal 349, bahwa terdapat pemilih KTP luar Pangkep yang datang memilih, dan tidak memiliki A5. Dari hasil kajian Panwascam, akhirnya rekomendasikan untuk dilakukan PSU," jelasnya.

Sekedar diketahui Pangkep merupakan salah satu daerah yang menggelar PSU terbanyak dari 91 TPS yang digelar serentak di 16 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yakni 16 TPS.


(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Lakukan PSU, Partisipasi Pemilih Menurun di Pencoblosan Ulang Pemilu 2019 Pangkep"