IKLAN

Hasilkan Debu Yang Cukup Parah, Kontraktor Jalan Pemprov Sulsel Dinilai Tidak Profesional

KORANPANGKEP.CO.ID - Kontraktor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Sulsel(Sulsel) yang sedang melakukan perbaikan jalan trans Sulawesi di jalan poros Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dinilai tidak profesional dalam bekerja pasalnya jalan yang dikerjanya mengakibatkan kerugian bagi pengguna jalan dan warga setempat karena menghasilkkan polusi debu yang cukup parah selama seminggu terakhir ini sepanjang 1 kilometer. Selasa (09/4/2019)

Dari pantauan awak media nampak pengguna jalan utamanya pengendara motor nampak jalan berhati hati akibat jalan dipenuhi kerikil dan pasir yang sengaja di taruh oleh kontraktor tersebut, sambil menutup mulut mereka dengan tangan kirinya dan sesekali menggosok mata mereka akibat kemasukan debu pasir yang cukup parah.

Parahnya lagi kondisi jalan yang dipenuhi kerikil dan pasir tersebut dibiarkan begitu saja selama seminggu belakangan ini, sehingga debu yang dihasilkan mskin hari makin banyak utamanya pada cuaca terik matahari yang panas, debunya bahkan terban sampai terbang kerumah rumah warga dan warung kopi serta warung makan sepanjang jalan yang diperbaiki tersebut.

Akibatnya pengunjung warkop dan warung makan disepanjang jalan tersebut otomatis menjadi sepi pengunjung karena debu tersebut membuat tidak nyaman untuk menikmati dan menyantap makanan dan minuman kopi.

“Sudah seminggu keadaan berdebu seperti ini, apalagi disiang hari paling parah, kalau kesehatan pasti mengganggu, dan yang pastinya pendapatan diwarkop saya juga ikut terganggu, karena tidak ada pengunjung yang mau singgah duduk ngopi diwarkopku,” keluh pemilik warkop Pemo, di jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep.

Sejumlah warga dan pengguna jalan mengeluhkan debu di Jalan Poros Makassar – Parepare. Tepatnya di Jalan Sultan Hasanuddin, kilometer nol, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep.

Salah seorang warga, Pemo yang juga pemilik usaha di sekitar jalan tersebut mengeluhkan dampak debu tersebut. Selain mengganggu pernafasan, debu tersebut diakui ikut berpengaruh bagi perekonomian.

Begitupun dengan Usman Yusuf salah seorang Satpam Pegadaian Pangkep, mengaku tak nyaman saat mendapat giliran jaga di Pos Satpam yang berada dipinggir jalan tersebut, debu yang dihasilkan perbaikan jalan tersebut membuat batuk dan mata perih jika berlama lama berada ditempat tersebut.

"Debunya bikin batuk dan bikin mata merah, baju putih dinas Satpam ku pun hanya bisa dipakai sehari saja karena cepat kotor akibat debu, biasanya bisa saya pake selama dua kali jaga." Ungkap Usman Yusuf

Diapun berharap agar pihak kontraktor perbaikan jalan bekerja secara profesional supaya dapat melakukan penyiraman utamanya di siang hari dilokasi perbaikan jalan agar debunya tak kemana-mana dan tak merugikan pengguna jalan dan orang yang bermukim disekitarnya mapun orang yang bekerja mencari nafkah di sepanjang jalan tersebut.

(ADM-KP)


AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Hasilkan Debu Yang Cukup Parah, Kontraktor Jalan Pemprov Sulsel Dinilai Tidak Profesional"

Posting Komentar