IKLAN

Duh, Situs Makam Raja-Raja Pangkep Dijalan Amabarala Rusak Parah dan Tak Terurus

KORANPANGKEP.CO.ID - Situs cagar budaya Makam Raja-Raja di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel keadaanya memprihatinkan rusak dan terurus oleh pemerintah setempat, padahal ditempat tersebut terdapat 3 buah makam raja yang pernah turut  berjasa dalam melawan penjajah di Pangkep kala itu.

Ketiga makam raja-raja di kompleks pemakaman raja-raja Pangkep di jalan Ambarala, Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel adalah Makam Karaeng Pangkajene, Makam karaeng Bungoro dan Makam Karaeng Balocci yang saat ini, Kini nama ketiganya diabadikan menjadi nama kecamatan yang ada di Kabupaten Pangkep

Padahal makam tersebut tepat berada di tengah kota Pangkajene dengan hanya berjarak 20 meter dari Rujab Bupati, Rujab Wabup Pangkep, Rujab Ketua DPRD Pangkep dan Rujab Sekda Pangkep dan Masjid Agung Pangkep.

Dari pantauan awak media nampak kondisi atap makam rusak parah hingga roboh akibat tertimpa batang pohon, beberpa gentengnya yang masih bertahan sebagian pun sudah ditumbuhi lumut, begitupun dengan temboknya catnya sudah mulai terkelupas dan bagian pagar makam dan sekitar halaman pagar hampir roboh ditumbuhi ruput ilalang sementara dibagian dalam makam juga dipenuhi sampah daun kering dan ranting kering.

Pemerhati budaya Pangkep M Farid Makkulau mengaku sangat prihatin dengan kondisi makam yang terkesan tak terurus tersebut apalagi makam tersebut termasuk dalam cakar budaya bersejarah yang dimiliki kabupaten Pangkep.

"Miris sekali, Itu sudah lama begitu, seharusnya hal ini bisa menjadi perhatian Pemkab, khususnya leading sektor yang menangani kebudayaan daerah,sebenarnya kompleks makam raja-raja Pangkep ini dipelihara karena bernilai sejarah tentang kekaraengan di Pangkep." ujarnya

Farid pun meminta agar pemerintah kabupaten Pangkep dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat agar bisa mendorong pengembangan literasi dan narasi mengenai sejarah kekaraengan di Pangkep.

"Sangat penting ini untuk pengembangan literasi dan narasi tokoh sejarah. Bisa juga sebagai objek wisata sejarah bagi pelajar di Kabupaten Pangkep atau bahkan diluar kabupaten," katanya.

Farid menerangkan Makam tersebut adalah peninggalan sejarah untuk menghormati para karaeng di Pangkep yang telah berjasa membangun Pangkep masa silam. sehingga sewajarnyalah jika makam tersebut harus ada perhatian tertama soal anggarkan perawatan dan pemeliharaan makam karena keberadaan makam tersebut yang dapat menjadi bahan pembelajaran masa kini dan yang akan datang.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep, Ahmad Djamaan mengaku bahwa pengurusan pemeliharaan cagar situs budaya makam raja-raja Pangkep tersebut selama ini dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Makassar dan baru tahun 2019 ini Pemkab Pamkep mengambil alih pengurusannya.

"Kalau soal itu selama ini diambil alih oleh BPCB dan baru tahun ini diserahkan ke kami untuk dikelola langsung," ungkapnya

Untuk itu pihaknya berjanji akan menganggarkan tahun ini perihal perawatan makam raja-raja Pangkep tersebut dan menjadikannya sebagai situs cagar budaya Pangkep.

"Insya Allah tahun ini kami anggarkan agar ada biaya pemeliharaan situs sejarah seperti sejumlah makam karaeng di Jl Ambarala tersebut," Pungkasnya.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

1 Response to "Duh, Situs Makam Raja-Raja Pangkep Dijalan Amabarala Rusak Parah dan Tak Terurus"

  1. Yg paling Tinggi Nisannya adalah Sayyid Hamid Alaydrus dan Syarifah keboo

    BalasHapus