Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Usai Keguguran Warga Balo-Baloan ini Berlayar 20 Jam Ke Makassar Dalam Kondisi Lemas

KORANPANGKEP.CO.ID - Persoalan pelayanan kesehatan yang kurang maksimal dipulau pulau terluar kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel sepertinya menjadi masalah klasik yang hingga saat ini masih sulit teratasi sehingga puskesmas dikepulauan Pangkep tersebut masuk dalam Kategori puskesmas sangat terpencil, meliputi Puskesmas Sailus, Puskesmas Liukang Tangaya, Puskesmas Pamantauang dan Puskesmas Liukang Kalmas.

Seperti hal miris yang dialami seorang ibu hamil bernama Nur Qalbi warga Desa Balo-baloang, Kecamatan Liukang Tangaya kabupaten Pangkep, Sulsel harus pasrah tak mendapat pertolongan intensif dari tim medis saat mengalami keguguran kandungannya karena minimnya sarana kesehatan dan pelayanan medis di tempat tinggalnya.

Usai mengalami keguguran dan pendarahan Nur Qalbi dengan kondisi sakit dan lemas  terpaksa harus mengarungi perjalanan laut melalui kapal perintis dari lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama 20 jam untuk sampai di kota Makassar, Sulsel agar mendapatkan pertolongan dan pelayanan kesehatan yang maksimal

Akibatnya Nur Qalbi baru tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Senin (25/3/2019), setelah menumpang kapal perintis dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Tiba di Pelabuhan, kondisinya makin lemas dan ia langsung diangkat kedalam mobil dan dilarikan ke Rumah Sakit Khadijah Makassar untuk mendapatkan pertolongan.

Hal ini diungkapkan oleh Buhari Kepala Desa Balo-baloang, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, saat menjemput warganya yang sudah dalam kondisi lemas dan pucat serta tak dapat berjalan lagi.

“Warga saya ini, saya jemput langsung di Pelabuhan Makassar. Karena mengalami keguguran di pulau. begitu tiba langsung kita bawa ke RS Khadijah di Makassar untuk dapatkan pertolongan,” jelasnya.

Buhari pun berharap kiranya pemerintah kabupaten Pangkep maupun pemerintah provinsi Sulawesi Selatan agar masalah kesehatan dipulau terluar pangkep dan wilayah terluar provinsi Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius mengingat masalah kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat indonesia.

(ADM-KP)



Posting Komentar untuk "Usai Keguguran Warga Balo-Baloan ini Berlayar 20 Jam Ke Makassar Dalam Kondisi Lemas"