IKLAN

Putranya Tersangkut Kasus Pidana Pemilu, Bupati Pangkep Tak Mau Intervensi Hukum

KORANPANGKEP.CO.ID - Syamsuddin Hamid Bupati Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berjanji takan menginterpensi pihak pengadilan atas kasus hukum tindak pidana pemilu yang menjerat putra sulungnya Sofyan Syam yang telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam kampanye pemilu 2019.

Temuan itu kemudian diserahkan ke penyidik untuk diproses lebih lanjut. Alhasil, tersangka disangkakan melanggar Pasal 493 jo pasal 280 ayat 2 huruf f jo pasal 1angka 35 UU RI nomor 07 tahun 2017 tentang pemilu dengan nomor register perkara PDM-01/EUH.1/PEMILU/02/2019.

Ia pun mempersilahkan proses hukum tetap berjalan, dirinya menyerahkan kepada proses kepada yang berwenang atas putra pertamanya yang saat ini mencalonkan caleg DPRD Provinsi Sulsel dari partai Golkar.

"Tidak apa-apa. Yang jelas saya tidak mau minta-minta ke orang hanya gara-gara masalah hukum seperti itu. Saya tidak akan intervensi, biarkan hukum berproses dan berjalan sesuai aturan, Nanti kan dibuktikan di persidangan benar atau tidak dia bersalah. Jalan saja ikuti proses" ujarnya. disela konsolidasi pemenangan Partai Golkar, Sabtu (02/03/2019) lalu

Sebelumnya diberitakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep, telah menetapkan status tersangka kasus dugaan pidana pelanggaran pemilu melibatkan anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Golkar Komisi E, H Sofyan Syam. Sofyan Syam adalah anggota DPRD Sulsel dan juga putra kandung Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid.

Kasusnyapun sudah tahap dua, itu artinya perkara sudah di P21 oleh jaksa peneliti, selanjutnya jaksa memiliki tanggung jawab untuk segera melimpahkan perkara itu ke pengadilan untuk disidangkan, Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, tahap dua dari penyidik diterima sejak Kamis 28 Februari lalu.

Kasus ini berawal dari pemeriksaan Bawaslu Pangkep dan pada saat dilakukan rapat sentra gakumdu disimpulkan bahwa ada dugaan terjadinya tindak pidana pemilu. Temuan itu kemudian diserahkan ke penyidik untuk diproses lebih lanjut.

Alhasil, tersangka disangkakan melanggar Pasal 493 jo pasal 280 ayat 2 huruf f jo pasal 1angka 35 UU RI nomor 07 tahun 2017 tentang pemilu dengan nomor register perkara PDM-01/EUH.1/PEMILU/02/2019.

Berdasatkan pasal tersebut tersangka terancam hukuman pidana selama 1 tahun kurungan penjara dan denda Rp12 juta.

Sementara, Ketua Bawaslu Pangkep, Samsir Salam, enggan berkomentar banyak terkait masalah kasus yang melibat anggota Dewan Provinsi yang kini juga sebagai Calon Legislatif Provinsi Sulawesi Selatan. yang juga putra kandung Bupati Pangkep ini

"Kita tunggu saja hasilnya," singkat Samsir.


(ADM-KP)


AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Putranya Tersangkut Kasus Pidana Pemilu, Bupati Pangkep Tak Mau Intervensi Hukum"

Posting Komentar