IKLAN

Ingin Citra Puskesmasnya Baik, Kapus Labakkang Tuding Keluarga Pasien Sebar Hoax

KORANPANGKEP.CO.ID - Kepala Puskesmas kecamatan Labakang Hj. Andi Darma SKM, M.Kes rupanya tak ingin dipersalahkan perihal adanya penolakan pasien berobat yang tak dilayani petugas jaga saat hari libur nyepi 7 Maret 2019, kemarin.

Bukannya meminta maaf terhadap pelayanan yang diberikan di Puskesmas Labakkang, Kecamatan Labakkang beberapa waktu lalu karena tak adanya dokter yang masuk saat hari libur, mengingat kesiagaan dookter jaga dipusat pelayanan kesehatan wajib 24 jam. Dia malah menuding keluarga pasien menyebarkan berita bohong atau hoax untuk menjatuhkan citra Puskesmas yang dipimpinnya disalah satu media online.

"Tentu saya sebagai pimpinan tidak ingin nama baik dan citra puskesmas saya jadi tercoreng karena ini. Saya sampaikan seperti itu agar tidak dianggap seperti yang diberitakan. Pekerjaan saya terganggu karena ini," tukasnya

Dalam media online tersebut Andi Darma menyebutkan Andi Darma serta anak Praktek Kerja Lapangan (PKL), yang bertugas hari itu tidak pernah mengeluarkan kata penolakan atau tidak melayani pasien saat itu, Dia menilai, pemberitaan adanya penolakan pasien itu hoaks, dan bohong, tidak sesuai kenyataan adanya penolakan atau pengusiran pasien.

"Yang salah itu adek-adek yang PKL di tempat saya, dan keluarga pasien. Harusnya pasien langsung saja masuk ke UGD. Tetapi pasien itu malah datang dengan nada ketus cari dokter, Nggak ada penolakan pasien, atau tidak dilayani, yang nyata itu memang dokter tidak ada saat libur, tetapi pelayanan tetap ada," " pungkas Andi Darma, Sabtu (9/3/2019) di media online.

Kapus Labakkang tersebut menjelaskan hanya hitungan beberapa detik pria berbaju hitam meninggalkan petugas yang duduk, sementara tak lama kemudian perempuan yang berjilbab pink pun ikut meninggalkan petugas yang melayani berbicara. lalu Keduanya langsung menaiki mobil sedan putih dan pergi.

Darmawati membenarkan bahwa wati, menantu beserta anaknya memang datang untuk berobat dipuskesmas Labakkang lalu ditemui oleh anak PKL SMK Keperawatan Minasatene yang berada diteras puskesmas, yang kebetulan praktek di puskesmas tersebut.

"keluarga pasienpun menanyakan ke anak PKL tersebut apakah dokter jaga ada atau tidak, dan anak PKL menjawab jika hari ini hari libur, tidak ada dokter, kalau besok jumat ada dokter di puskesmas, setelah mendapat jawaban anak dan menantunyapun langsung pulang tanpa masuk di ruang UGD yang didalamnya ada petugas jaga yang stand by. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya rekaman CCTV yang bisa kita lihat atas kondisi tersebut” ujarnya.

Sementara itu salah seorang keluarga pasien, Uni juga membantah jika petugas jaga ataupun anak PKL pernah mempersilahkannya masuk untuk berobat dan hanya sampai diteras puskesmas saja itupun hanya dilayani oleh anak PKL saja.

"Jangankan diperiksa, diminta masuk saja tidak. Saya minta bisa ditelponkan dokter. Tetapi disampaikan sama petugasnya, kalau nanti pasien gawat baru bisa menghubungi dokter," pungkasnya.

Dari beberapa percakapan tersebut diatas tentulah bisa diambil kesimpulan bahwa pembicaraan antara pasien dan perawat jaga saat itu hanya menghabiskan waktu beberapa detik saja seperti yang disampaikan Kapus Labakkang Andi Darmawati di salah satu media online, melainkan membutuhkan waktu beberapa menit untuk sebuah percakapan yang hasilnya baik dan jelas.


(ADM-KP)

 

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Ingin Citra Puskesmasnya Baik, Kapus Labakkang Tuding Keluarga Pasien Sebar Hoax"

Posting Komentar