Habiskan Anggaran Rp.5 Milyar, Tahura Pangkep Terbengkalai dan Tidak Terurus Lagi

KORANPANGKEP.CO.ID - Pasca dialihkannya Dinas Kehutanan kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dari pemerintah daerah ke pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Kondisi Taman Hutan Rakyat (Tahura) yang dibangun diatas Lahan Milik PT. Semen Tonasa 1, Kelurahan Tonasa Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), menjadi terbengkalai memprihatinkan dan tidak terurus lagi.

Padahal sejak Tahura Pangkep dibangun diatas lahan seluas 5 Ha termasuk gunung 300 Ha pada tahun 2013 hingga tahun 2015 lalu sudah menghabiskan APBD Pemkab Pangkep dan APBN sebanyak Rp.5 Milyar

Dari pantauan awak media nampak kondisi tahura tersebut sepi dan tak dijaga oleh satu orang pun seperti saat pertama dibangun pada pos penjagaan ada polisi kehutanan yang menjaga, begitupun pos penjagaan sudah dipenuhi ilalang dan bagin catnya sudah terkelupas dan memudar dan dalam keadaan rusak tak terawat.

Begitupun dengan tanaman pohon jenis pohon keras yang pernah ditanam Dinas Kehutanan Pangkep sudah banyak yang mati dan dipenuhi tumbuhan ilalang yang cukup tinggi sehingga tak dapat dibedakan lagi tumbuhan yang sengaja ditanam atau tumbuhan liar.

Diketahui sebelumnya Taman Hutan Rakyat tersebut telah ditanami berbagai jenis tanaman buah-buahan dan berbagai pohon jenis kayu keras serta disiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti pos jaga Rp.60 juta rumah jaga Rp200 juta, jalan tani Rp150 juta, dua tempat parkir Rp100 juta, taman-taman dan penimbunan Rp60 juta, jalan utama Rp90 juta, kerikil dan timbunan serta pagar bambu dan drainase Rp30 juta. pagar tembok dll.

Pembangunan Tahura ini diperuntukan sebagai kawasan pelestarian berbagai jenis tanaman, sebagaai sarana pendidikan, kawasan camping, kawasan olahraga utamanya panjat tebing, gunung, kawasan wisata serta kedepan akan dirancang menjadi sarana pertemuan.

Salah seorang Warga kelurahan tonasa, Rizal mengaku prihatin dengan kondisi Tahura saat ini yang tak terurus lagi apalagi tahura tersebut telah menelan anggaran yang cukup besar

"Bangunan tahura ini Percuma saja dibuat dan bikin habis-habis anggaran saja. Harusnya itu dipergunakan dan dirawat sebaik-baiknya agar tidak terkesan mubazir," Pungkasnya, Kamis (24/3/2019).

Diapun berharap kiranya pemkab Pangkep dapat mengambil alih kembali taman hutan rakyat tersebut dan mengembalikan fungsi awalnya serta dapat menjadikannya sebagai tempat destinasi wisata dan pendidikan sebagaimana petunjuk teknis dari kementerian kehutanan 2013 telah dimungkinkan setiap kabupaten membangun Tahura. tujuannya adalah sebagai sarana pendidikan,

"Mestinya dipergunakan dengan baik, dirawat agar para tamu yang datang ke Balocci bisa melihat Pangkep juga punya Tahura. Jika dikelola dengan baik bisa menjadi destinasi wisata, dan tempat pendidikan anak anak untuk mengenal berbagai jenis tanamam dan tumbuhan bahkan satwa yang ada didalamnya" jelasnya

(ADM-KP)




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Habiskan Anggaran Rp.5 Milyar, Tahura Pangkep Terbengkalai dan Tidak Terurus Lagi"

Post a Comment