Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dokter Spesialis Bedah RSUD Pangkep: Operasi Cesar Kompetensi Dokter Spesialis Obgyn

KORANPANGKEP.CO.ID - Para dokter bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel membuat klarifikasi mengenai adanya pemberitaan yang dipublikasikan oleh media berita www.koranpangkep.co.id tertanggal 22 maret 2019 yang berjudul "Diduga terlambat ditangani oleh dokter spesialis bedah RSUD Pangkep, Ibu dan Bayi Meninggal", hal ini dianggap merugikan nama baik profesi Spesialis Ahli bedah di RSUD Pangkep.

Pasalnya menurut mereka pasien-pasien ibu hamil, persalinan, operasi kebidanan (sectio/cesar) dan operasi kandungan adalah kompetensi dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn) bukan dokter spesialis bedah seperti yang diberitakan sebelumnya.  merekapun berdalih tidak tahu menahu perihal pasien tersebut.

"Olehnya itu kami berharap agar redaksi dapat melakukan koreksi atas berita tersebut karena telah menciderai nama baik tiga orang ahli bedah RSUD Pangkep yang justru tidak tahu-menahu pasien tersebut." Ucap Direktur RSUD Pangkep dr.Annas Ahmad yang juga merupakan dokter spesialis bedah di RSUD kabupaten Pangkep. Minggu (24/3/2019)

Sebelumnya diberitakan Dian Kurnia Yun Artanti salah seorang Pegawai Pemerintah kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang tengah hamil 9 bulan dikabarkan meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSU Pangkep, diduga karena terlambat ditangani oleh Dokter Spesialis saat akan dioperasi sesar untuk menyelamatkan ibu dan anaknya, Kamis (21/3/2019) lalu.

Menurut salah seorang keluarga almarhum dian yang bernama Ihsan Razak, saat kondisi Dian kritis dan sudah siap berada diruang bedah untuk dioperasi sesar, dokter spesialis justru belum standby berada diruang operasi dan masih dalam perjalanan dari kota Makassar ke kabupaten Pangkep yang jaraknya kurang lebih 60 KM dari RSUD Pangkep.

Padahal sebelumnya pihak rumah sakit sendiri yang mengabarkan kepada suami pasien bahwa Dian akan segera dibedah dan harus segera dibelikan pisau cukur, namun kenyataannya baik dokter spesialis bedah maupun peralatan bedah belum siap diruang ICU RSUD Pangkep

"Karena akan segera dilakukan operasi jadi harus secepatnya disediakan." ungkap Ihsan menirukan perkataan perawat saat itu.

Akibatnya Almarhumah Dian hanya terbaring di ruang ICU menunggu kehadiran dokter spesialis bedah tersebut tanpa ada tindakan medis dokter saat pasien dalam keadaan kritis dalam ruangan bedah, hingga akhirnya Dian dan Bayinya dinyatakan meninggal dunia diruang operasi tersebut. 


"Saat masa kritis hingga almarhumah dinyatakan meninggal dunia, belum ada dokter spesialis yang berada di ruang operasi saat itu. Kata perawat, dokter yang bertugas melakukan operasi masih dalam perjalanan menuju ke Pangkep."Tukas Ihsan

Berikut isi surat redaksi klarifikasi dari dokter bedah RSUD kabupaten Pangkep
RSUD PANGKEP
rsupangkep118@gmail.com
Kepada Yang Terhormat
Redaksi koran pangkep
Di,-
       Tempat

Sehubungan dengan adanya pemberitaan yang dipublikasikan oleh koran pangkep baik melalui website maupun media sosial lainnya tertanggal 22 maret 2019 yang berjudul "Di duga terlambat ditangani oleh dokter spesialis bedah RSUD Pangkep, Ibu dan Bayi Meninggal", maka kami tim humas RSUD Pangkep menyampaikan koreksi bahwa pasien-pasien ibu hamil, persalinan, operasi kebidanan (sectio/cesar) dan operasi kandungan adalah kompetensi dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn) bukan dokter spesialis bedah. Olehnya itu kami berharap agar redaksi dapat melakukan koreksi atas berita tersebut karena telah menciderai nama baik tiga orang ahli bedah RSUD Pangkep yang justru tidak tahu-menahu pasien tersebut.

Demikian kami sampaikan, atas kerjasamanya kami haturkan banyak terima kasih.

Wassalam

HUMAS RSUD PANGKEP
(ADM-KP) 

 

Posting Komentar untuk "Dokter Spesialis Bedah RSUD Pangkep: Operasi Cesar Kompetensi Dokter Spesialis Obgyn"