IKLAN

Warga Perumahan Reskita Recidance Keluhkan Air PDAM Pangkep Tidak Mengalir

KORANPANGKEP.CO.ID - Meski telah memasuki musim penghujan warga di perumahan Rezkita Recidance kelurahan Bonto Perak Kecamatan Pangkajene kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel mengeluhkan susahnya Air bersih dari PDAM Pangkep. Hal ini dikarenakan air PDAM Pangkep Jarang mengalir di perumahan tersebut.

"Dalam seminggu paling hanya berjalan dua hari saja itupun kita harus begadang kalau tengah malam hanya untuk menunggu air mengalir. bahkan terkadang dalam seminggu air tidak mengalir sama sekali" Ungkap Firdaus salah seorang penghuni permahan Reskita Recidance Blok J

Akibatnya warga perumahan dalam pemenuhan air bersihnya terpaksa harus membeli dari pedagang air jeregenan atau mobil tangki, dan tentunya hal ini akan menambah pengeluaran mereka untuk membeli air bersih padahal tiap bulannya mereka juga harus membayar uang iuran air di PDAM Rp.35.000 perbulan walaupun air tak mengalir kerumah mereka.

“Setiap awal bulan, petugas PAM TTU selalu ke rumah-rumah dan catat meteran air. Tetapi herannya petugas itu tidak merasa malu kah, karena airnya tidak lancar keluar (mengalir) selama ini,” kata Firdaus.

Namun anehnya kata Firdaus setiap bulan dia pun rutin membayar biaya beban tagihan sebesar Rp 35.000. Bahkan menurut Firdaus, pada beberapa bulan lalu, ia sempat membayar tagihan lebih dari Rp 50.000 sehingga langsung diprotesnya.

”Saya sempat protes karena bayarnya mahal sekali. Padahal air tidak keluar, mungkin angin pompa air yang masuk sehingga jarum meteran terus berputar,” bebernya.

Hal yang sama juga disampaikan Herman, warga perumahan blok i, yang mengaku bersama tetangga lainnya sudah tidak menikmati air PDAM sejak Bulan November 2018 lalu sehingga ia sangat kecewa dengan pelayanan dari PDAM itu.

“Sudah lebih dari dua bulan ini air tidak mengalir, sehingga terpaksa kami beli air tangki (mobil pengangkut air) dengan harga yang cukup mahal yakni satu tangki Rp 85.000. Jadi untuk setiap bulannya, kami beli air tangki sebanyak dua kali,” beber Herman.

Terhadap macetnya air itu, Herman sudah berupaya mencari tahu penyebabnya dengan mendatangi langsung ke kantor PDAM, tetapi tetap saja sia-sia.

”Saat saya melapor ke kantor PDAM, mereka mengarahkan saya untuk menghubungi petugas lapangan dengan menggunakan nomor telepon seluler. Ketika nomor petugas lapangan itu kita hubungi tidak aktif, bahkan kalau masuk pun tidak pernah diangkat,” kata Herman.

Parahnya lagi kata Herman, setiap bulannya pembayaran rekening tagihan tetap saja ia bayar dengan biaya beban sebanyak Rp 35.000 sehingga untuk air saja sebulannya uang yang dikeluarkan mencapai ratusan ribu rupiah.

Terhadap hal itu Firdaus dan Herman meminta pihak PDAM harus segera membenahi manajemennya dan juga petugas lapangan harus kerja maksimal agar kepentingan dan kepuasan pelanggan PDAM Pangkep bisa terjamin.

(ADM-KP)


koran pangkep

AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Warga Perumahan Reskita Recidance Keluhkan Air PDAM Pangkep Tidak Mengalir"

Posting Komentar