IKLAN

Tahun Baru Imlek Ikan Kerapu Merah Kapoposan Jadi Primadona Warga Tionghoa

KORANPANGKEP.CO.ID - Memasuki perayaan Imlek tahun baru china Nelayan Pulau Kapoposang, Desa Mattiro Ujung, Kecamaatan Liukang Tupabiring, kabupaten Pangkajene dan kepulauan (Pangkep) momentum Imlek membawa berkah pasalnya harga ikan kerapu dipasaran naik saat perayaan imlek, tentu saja hal ini disambut ceria oleh para nelayan di Pangkep.

Tak tanggung tanggung Harganya melonjak sampai dua kali lipat. seperti Ikan kerapu merah jenis super ini menjadi idola bagi warga Tionghoa setiap imlek. Warnanya yang merah selaras dengan nuansa imlek yang diyakini membawa keberuntungan.

Dari pantauan awak media harga normal ikan yang bernama lokal ikan sunu ini dihargai Rp800 ribu per kilogram sementara untuk imlek, harganya sampai Rp1.5 juta per kilogram. Ikan ini dijual dalam keadaan hidup-hidup untuk diekspor ke luar negeri.

Menurut Kepala Desa Kapopposan Hasanuddin Dua bulan sebelum perayaan imlek, warganya di Pulau Kapoposang sudah mulai mempersiapkan Peralatan untuk memancing ikan kerapu merah seperti, kali, tasi, perahu sampai umpan khusus yang dibuat sendiri bahkan mereka kadang merakit khusus umpan yang dibeli dari luar. mereka lalu menangkap dan memeliharanya untuk dijual pada perayaan imlek

"Ada ratusan nelayan pemancing di Pulau Kapoposang, mulai kapal kecil sampai kapal sedang yang berukuran 5 GT (grosston), mereka berburu ikan kerapu merah hidup untuk dijual pada perayaan imlek" kata Kepala Desa Mattiro Ujung, Hasanuddin, Jumat (08/02/2019).

Setiap nelayan pemancing ikan kerapu bisa mengantongi uang sampai Rp5 juta untuk sekali memancing. Para pemancing hanya butuh waktu beberapa jam untuk mendapatkan beberapa kilogram ikan untuk dibawa pulang.

"Waktunya pemancingan dari pagi sampai duhur, setelah itu mereka pulang dan menjual ikannya," kata Hasanuddin.

Hasanuddin menuturkan, jenis ikan kerapu dari warga desanya juga berbeda dengan dari daerah lain. Karena ikan kerapu dari desanya murni hasil pancingan nelayan sementara dari daerah lain ada yang hasil bius atau alat tangkap lain yang berbahaya bagi kesehatan. inilah yang menjadi primadona warga tionghoa karena ikan tersebut dipancing secara alami

"Laut disini terjaga, kami melarang alat tangkap yang berbahaya. Makanya ikan kerapu dari Kapoposang banyak dicari pembeli," ucapnya.

Salah seorang nelayan Pulau Kapoposang, Saparuddin (38 tahun) mengatakan momen imlek selalu ditunggu nelayan. Mereka akan berlomba-lomba mencari ikan kerapu. Untuk menjaga agar ikan hidup sampai dipemesan, para nelayan merakit kolam khusus di perahu agar ikan tetap hidup. Sebab jika ikan mati maka harganya akan jatuh.

"Kalau mati paling Rp10 ribu per ekor. Makanya kami bikin kolam diatas kapal supaya tetap hidup dan harganya tetap terjaga," ucap Sapri.

Panen ikan kerapu ini mulai Oktober sampai April setiap tahun. Saat April, ikan Kerapu mulai berkurang dan nelayan Pulau Kapoposang beralih menjadi nelayan pemburu telur ikan terbang. Pungkasnya.

(ADM-KP)



AYO SEBARKAN BERITA INI KE:

Disarankan Untuk Anda:

loading...

0 Response to "Tahun Baru Imlek Ikan Kerapu Merah Kapoposan Jadi Primadona Warga Tionghoa"

Post a Comment