Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Setelah Sempat Mangkir, Mantan Kades Sabaru Akhirnya Ditahan Atas Dugaan Korupsi ADD

KORANPANGKEP.CO.ID - Kepala Desa Sabaru, Muhammad Usman akhirnya di jebloskan kedalam penjara Mapolres Pangkep oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Kepolisian Resort (Polres) Pangkep, dan sudah mendekam dipenjara selama 3 hari setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi ADD Desa Sabaru

Tulus menyebut, tersangka datang ke Mapolres Pangkep saat surat panggilan untuk kedua kalinya sudah dikirimkan, saat ditahan tidak menolak dan terlihat pasrah. Usman tak lagi dibiarkan pulang usai menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan penyelewengan dana desa yang menetapkan dirinya sebagai tersangka.

"Iya sejak Senin pekan ini dia ditahan, dia sudah kita panggil di panggilan pertama tapi dia tidak memenuhi panggilan, kemudian kami kirim panggilan kedua hingga akhirnya dia menyerahkan diri pada Senin (4/2/2019) pukul 01.00 wita dan langsung ditahan,Penahanan ini menjadi penting, kita mau proses penyidikan ini cepat dan segera kita limpahkan ke kejaksaan," tegas Kapolres Pangkep, AKBP Tulus Sinaga kepada awak media, Rabu (06/02/2019).

Tulus membeberkan, penetapan tersangka terhadap Usman karena diduga telah melakukan penyelewengan ADD dengan melakukan mark up sejumlah kegiatan. Dari hasil BPKP, kerugian negara dari kasus ini sebesar Rp290 juta dari sejumlah kegiatan APBDES 2015 dan 2016.

"Ada kegiatan fiktif. Laporan penggunaan keuangannya ada tapi pas dicek realisasi kegiatan tersebut tidak ada, tentu merugikan negara sekitar Rp 290 juta lebih, " jelasnya.

Untuk saat ini, polisi baru menetapkan Usman sebagai satu-satunya tersangka dari kasus ini. Ia akan ditahan selama 20 hari kedepan untuk merampungkan berkas penyidikannya. Tulus juga mengimbau kepada seluruh kades untuk berhati-hati dalam pengelolaan dana desa

Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 dan atau pasal 9 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Penyelidikan ini berdasarkan surat pengaduan dari Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Liukang Kalmas Pangkep (HPPMK-P) No: 02/C/ SP/ HPPMK-P/ Kalmas/ VIII/ 2016, Tanggal 14 Agustus 2016, maka dilakukan penyelidikan terhadap penggunaan ADD dan DD di Desa Sabaru untuk tahun 2014 dan tahun 2015.

Sebelumnya diberitakan, Senin (4/2/2019) mantan Kepala Desa Sabaru, Muhammad Usman resmi menjadi tersangka kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) anggaran Desa Sabaru tahun 2014, 2015, dan 2016 dan langsung ditahan hari itu juga.

Sebelumnya diberitakan, Reskrim Polres Pangkep menggeledah rumah pembuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), Muhammad Ramli terkait perkara tindak pidana korupsi penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) anggaran Desa Sabaru tahun 2014, 2015, dan 2016.

Penggeledahan dilakukan oleh Kanit Tipidkor Reskrim Polres Pangkep, Ipda Firman dipimpin Kasatrekrim Polres Pangkep, AKP Nico Ericson di Perumahan Griya Matahari Residence, Kelurahan Bontoperak, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (24/1/2019).

Hasil penggeledahan, polisi mengamankan barang bukti yang dibawa langsung ke Mako Polres Pangkep berupa dokumen APBDesa Desa Sabaru tahun 2014 dan tahun 2015 serta file Pembangunan Jalan Rabat Beton dan MCK Tahun 2016.

Penyidik menemukan berbagai penyimpangan-penyimpangan yang jelas sangat merugikan warganya. salah satunya adalah Tersangka tidak melibatkan bendahara desa dan aparat desa untuk kelola ADD dan Dana Desanya. Bendahara hanya ditugaskan dalam hal pencairan dan selanjutnya setelah cair dikelola sendiri.

Bukannya melibatkan aparat desa yang telah membantunya, dia malah memasukkan aparat desa baru tanpa sepengetahuan yang lama.

Selain itu, Kades Sabaru mendata warga desa yang terdata sebagai penerima bantuan dalam laporan pertanggungjawaban, namun kenyataanya warga yang terdata tersebut tidak pernah menerima bantuan.

Lalu Tersangka berulah lagi, Pada laporan pertanggungjawaban ada 8 toko tempat pengambilan barang, ternyata ketika dicek 8 toko tersebut fiktif.

Kelakuan lainnya yang menyimpang sesuai hasil penelusuran langsung, adanya nota pembelian barang dan material bahan bangunan. Notanya dipalsukan dengan buat stempel sendiri sehingga harga di mark up dan tidak sesuai dengan harga yang ada di toko.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Setelah Sempat Mangkir, Mantan Kades Sabaru Akhirnya Ditahan Atas Dugaan Korupsi ADD"