Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penjual Itik Online Tipu Warga Pangkep Ratusan Juta Rupiah, Berhasil Diciduk Polisi

KORANPANGKEP.CO.ID - Satuan Reskrim Polres Pangkep akhirnya berhasil mengamankan pelaku penipuan penjualan hewan ternak itik secara online yang menipu salah seorang warga Pangkep yang menjadi korbannya hingga ratusan juta rupiah

Ketiga orang pelaku penipuan secara online yang diamankan tersebut, ditangkap di tiga provinsi yang berbeda  yakni Ronal, (26 tahun) ditangkap di Palu provinsi Sulawesi Tengah, Undru, (36 tahun) ditangkap di Bekasi Jawa Barat, dan Jusriani, (28 tahun) ditangkap di Sidrap Sulawesi Selatan.

Kasatreskrim Polres Pangkep, AKP Nico Ericson saat ditemui di Mapolres Pangkep menjelaskan, Pelaku penipuan penjualan hewan ternak online ini melancarkan aksinya dengan menggunakan media online blog dengan nama blog CV Bebek Putra Perkasa Tanggerang.dengan harga Rp 40 ribu per ekor.

Motif para pelaku yaitu dengan membuat blog  jual beli bebek dengan harga murah. Para pembeli yang berminat akan diminta untuk mentransfer sejumlah uang sesuai jumlah pesanan. Setelah transaksi sukses, para pelaku membuang Seluruh peralatan yang nereka gunakan seperti laptop dan handphone beserta karti SIM untuk menghilangkan jejak.

"Para pelaku juga menggunakan kartu sim seluler dan nomor rekening bank ayng bukan nama mereka. Jadi memang rapi sekali. Kami mendalami karena pengakuan mereka, aksi penipuan online ini sudah cukup lama mereka jalankan dan banyak korban," ucap Nico.

Nico menyebut, penipuan online ini bermula dari laporan polisi dari korban bernama Arham (46 tahun) warga Jl Nangka Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep, Sulsel pada tanggal kejadian 28 November 2018.

"Si korban Arham merasa tertipu dengan pelaku ini karena barang yang dipesan tidak kunjung datang padahal dia sudah berkali-kali mengirimkan uang ke rekening  pelaku serta seringkali berkomunikasi hingga Arham sudah mengirim uang Rp 121 juta ke rekening pelaku," ungkap Nico.

Usai melapor, polisi kemudian melakukan pengembangan dengan cara penyelidikan dan memeriksa korban Arham sebagai saksi hingga ditelusuri aliran dana karena uang korban berkali-kali ditransfer.

"Kita kerja keras ini karena harus melibatkan Polda Sulteng, Polda Sulsel dan Polda Metrojaya untuk menangkap tiga pelaku tersebut, Jadi kami langsung bergerak dan berkat bantuan Polda Metrojaya, Sulteng dan Sidrap, ketiganya ditangkap dengan barang bukti handphone, uang tunai dan bukti rekening," ujarnya saat Press Release di Mapolres Pangkep, Sabtu (9/2/2019).

Sementara itu saat penyerahan tersangka salah satu pelaku yang bernama jusriani terpaksa dilarikan ke RSUD Pangkep untuk mendapatkan perawatan karena kondisi kesehatan yang tiba tiba drop saat ditangkap.

Selain aksi penipuan jualan bebek, polisi juga menemukan beberapa bukti penipuan lain dengan modus hadiah. Polisi memastikan, korban pelaku selama beraksi, sudah sangat banyak, karena modus penipuannya yang dilakukannya tidak hanya satu. Iapun mengimbau warga yang pernah merasa tertipu secara online untuk melapor.

“Kami yakin korbannya ini banyak, karena mereka ini sudah beraksi selama lebih dari setahun. Modusnya pun tidak hanya jualan bebek murah, tapi banyak modus. Kalau kita kenal dengan istilah sobis. Kalau ada (korban) silahkan melapor,” ujarnya.

Polisi masih terus melakukan pendalaman atas kasus ini. Diduga, para pelaku ini merupakan jaringan penipuan online yang kerap beraksi di wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam kasus ini polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang jutaan rupiah dan puluhan kartu ATM yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan kejahatan penipuan secara online. akibat kejahatannya mereka dijerat dengan pasal 28 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE dan pasal 378 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

(ADM-KP)


Post a Comment for "Penjual Itik Online Tipu Warga Pangkep Ratusan Juta Rupiah, Berhasil Diciduk Polisi"