Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Miris, Harga Pupuk Bersubsidi Sampai Di Kampung Bonti Menjadi Dua Kali Lipat

KORANPANGKEP.CO.ID - Harga pupuk bersubsidi harganya naik 2 kali lipat di Kampung Bonti, Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulsel, kenaikan tersebut bukan terjadi pada tingkat pengecer melainkan adanya biaya tambahan yang cukup tinggi karena susahnya akses transportasi dan akses jalan sehingga petani menyewa buruh panggul untuk mengangkat pupuk dari Balocci ke Bonti.

Untuk mendatangkan 1 karung pupuk warga kampung Bonti terpaksa merogoh kocek tambahansebesar Rp 60 ribu per karung. Harga itu untuk sekali angkut berjalan di hutan belantara hingga menaiki gunung dan sampai di perkampungan warga Bonti.

"Mau mi diapa pak, terpaksa kita bayar anak muda disini untuk mengangkat satu karung pupuk dengan gaji Rp 60 ribu sekali angkut," ujar Ketua RW Kampung Bonti, Abdul Haris kepada awak media, Rabu (2/2/2019).

Tentu saja harga angkut tersebut otomatis menambah biaya produksi penanaman padi mereka apalagi dalam satu kali musim tanam bukan hanya satu karung pupuk yang mereka habiskan. Dia berharap pemerintah dapat memfasilatasi pengadaan pupuk bersubsidi bisa sampai tersalurkan hingga ketempatnya agar dapat menikmati pupuk subsidi pemerintah seperti masyarakat lainnya di indonesia.

"Semoga pemerintah bisa memfasilitasi penyaluran pupuk subsidi hingga daerah kami, agar biaya yang kami keluarkan bisa lebih sedikit" Pintanya

Sebagaimana diketahui untuk pendistribusian pupuk bersubsidi diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian secara nasional mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47/Permentan/SR.310/12/2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi.

Dalam menjalankan pendistribusian pupuk harus sesuai prinsip 6 Tepat. Yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat mutu dan tepat harga.

Harga pupuk subsidi yang diberlakukan pemerintah di tingkat pengecer adalah pupuk Urea Rp60 ribu per zak (50 kilogram), ZA Rp22.500 per zak, SP 36 Rp77.500 perzak dan NPK Rp97.500 per zak.

Pengecer atau distributor tidak berhak menaikkan harga karena mereka sudah mendapat fee dari pemerintah sebsar Rp50 per kilogram sehingga tidak berhak lagi mencari keuntungan.
(T.K-SUR/N002)

Selain itu Dia berharap, tahun 2019 jalan di Kampung Bonti segera diselesaikan pembetonannya agar bisa dilalui kendaraan agar baik pupuk subsidi maupun hasil pertanian bisa dengan mudah keluar masuk kampung Bonti.

"Semoga tahun 2019 ini jalan kampung Bonti segera diselesaikan agar bisa dilalui kendaraan dan tidak lagi mengangkut secara manual," jelasnya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Miris, Harga Pupuk Bersubsidi Sampai Di Kampung Bonti Menjadi Dua Kali Lipat"