Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah 5 Warga Pangkep Yang Kapalnya Tenggelam, Hingga Datang Pertolangan Tuhan

KORANPANGKEP.CO.ID - Lima orang ABK warga pulau Balo-baloang Kecamatan Liukang Tangngayya. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel yang kapalnya tenggelam di perairan Jeneponto dan terdampar di Pulau Jinato TN Taka Bonerate kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan beberapa hari yang lalu. akhirnya dipulangkan kekampung halamannya oleh pemerintah kabupaten selayar.

Kelimanya dipulangkan melalui bandar udara Areopalla Selayar dengan menggunakan maskapai penerbangan Wing Air tujuan bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Minggu pagi (3/2/2019) mereka difasilitasi oleh Dinas sosial dan BPD Kabupaten Kepulauan Selayar dan Dinasan Sosial kabupaten Pangkep

Saat ditemui awak media salah seorang ABK KM Mitra setia yang bernama Idris menceritakan kejadian saat kapalnya tenggelam dan terapung selama tiga hari dan akhirnya terdampar di kabupaten Selayar, Ia pun menceritakan pertolongan tuhan selama mereka terapung

Dia menjelaskan mereka star dari Bima selasa (29/1/2019) Namun setelah berada diwilayah perairang Balo-Baloan Kecamatan Liukan Tangaya, mau menuju kabupaten jeneponto, kapalnya terus dihantam ombak besar, mencapai antara 5-7 meter Rabu  (30/1/2019) malam dan akhirnya kapalnya tenggelam bersama 50 ekor kerbau dan 10 ekor kuda yang dimuatnya.

"Sebelum kapal tenggelam kami memakai pelampung, karena kapal sudah oleng terus dan siap-siap menghadapi situasi karena  dihantam ombak terus. Kemudian saat itu, kapal sudah tenggelam bersama kerbau dan kuda," jelasnya

Saat kelimanya terapung dengan pelampung tiba-tiba muncul Gabus sepanjang 2X 1,5 meter,dan akhirnya mereka berlima berpegangan digabus tersebut sehingga mereka tidak terpencar ditengah kencangnya ombak yang menghantam mereka.

“Saya 5 orang berada di gabus itu pegang terus hingga dua hari tiga malam, maka itulah yang menyelematkan kami, hingga terdampar dipantai pulau Dinato Kecamatan Bone Rate Kabupaten Selayar" terangnya

Kemudian kami dibawa arus terus, saat memasuki hari kedua, sudah ada pulau terlihat, namun tidak berhasil mendekat karena dibawa arus, dan setelah itu tidak ada lagi pulau kelihatan, nanti setelah Rabu malam (30/1) pukul 23.00 wita, kami berlima sudah berada dipantai pulau Dinato Kecamatan Bone Rate Kabupaten Selayar.

“Alhamdudillah pak, kami selamat, berkat pertolongan Allah dan warga pulau Dinato yang membantu kami, saat itu kami berjalan menuju rumah warga dipulau tersebut, karena lemas terkadang jatuh lagi, jalan lagi, hingga sampai juga didekat rumah warga” ujarnya.

Selama terombang ambing dilautan idris dan kelima temannya mengaku hanya memakan kerupuk yang didapatnya hanyut dibawa ombak dilautan dan menghampirinya, sehingga mereka bisa bertahan dari rasa lapar.
 
"sementara yang dimakan saat itu hanya kerupuk karena kebetulan juga muncul kerupuk dibawa ombak, dalam karung, maka itulah yang kami makan selama dua hari tiga malam berlima” ujarnya.

Saat terdampar dipulau Jinato awalnya mereka dikira Basarnas namun saat warga melihat kondisi mereka lemas, akhirnya warga memberikan bantuan dan pertolongan serta merawatnya hingga pulih dan pada akhirnya dipulangkan kekampung halamanya oleh Pemerintah kabupaten Kepulauan Selayar.

"saya dikira anggota Basarnas, setelah kami jelas bahwa korban kecelakaan kapal tenggelam, maka langsung kami dirawat, dengan diberi makan dan lainnya, dan saya berada dipulau tersebut selama satu minggu, terima kasih pak, sudah menolong kami, semoga Allah membalas kebaikan bapak/Ibu dan saudara-saudaraku semua" Pungkasnya.

(ADM-KP)


Post a Comment for "Kisah 5 Warga Pangkep Yang Kapalnya Tenggelam, Hingga Datang Pertolangan Tuhan"