Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tunggakan Sisa SPP Gratis Mahasiswa Pangkep Tahun 2018, Akhirnya Dibayar Diknas

KORANPANGKEP.CO.ID - Polemik adanya pemotongan Uang Sumbangan Penyelenggara Pendidikan (SPP) Mahasiswa oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada bulan Juli 2018 lalu akhirnya diselesaikan pembayarannya oleh pihak Diknas kepara mahasiswa penerima SPP Gratis tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Salah seorang mahasiswa asal Pangkep yang kuliah di Makassar, Magfira mengungkapkan bahwa dirinya dan teman-temannya sudah menerima transferan uang dari Diknas Pangkep melalui rekening masing masing.

Fira menyebut, pihak Dinas Pendidikan sudah menepati janjinya untuk mengembalikan sisanya tergantung jumlah SPP mahasiswa Pangkep.

"Iye Alhamdulillah sudah masuk dari kemarin. Diknas Pangkep sudah penuhi dan selesaikan sisa pembayarannya. Terima kasih, SPP yang dulu diberikan Rp 1,7 juta itu diberikan lagi sisanya Rp 300 ribu ditransfer melalui rekening mahasiswa," ungkapnya (25/1/2019).

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Diknas kabupaten Pangkep Muhammad Idris Sira, Dia menyebutkan Pihaknya telah membayarkan semua sisa pembayaran SPP yang kurang dibayarkan pada bulan juli 2018 lalu dengan menggunakan dana APBD 2018 namun baru bisa dilunasi ditahun 2019 sesuai janjinya pada waktu itu ia akan mengembalikan sisa SPP gratis tersebut di Januari 2019 dan janjinya sudah ditepati.

"iya kami sudah mentrasfer kemasing-masing rekening mahasiswa menggunakan dana APBD 2018, para mahasiswa yang bayarannya kurang boleh mengecek langsung di rekening itu sudah masuk"terang idris.

Sebelumnya Muhammad Idris Sira mendapat protes keras dari para mahasiswa yang merasa kecewa lantaran masalah pemotongan Sumbangan Penyelenggara Pendidikan (SPP) yang dilakukan Disdik Pangkep secara sepihak dan ketidak transparanan Disdik Pangkep dalam mengelola Anggaran SPP Gratis mahasiswa tersebut.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Tunggakan Sisa SPP Gratis Mahasiswa Pangkep Tahun 2018, Akhirnya Dibayar Diknas"