Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kasus DBD Bulan Januari 150 Pasien, ini Data Pasien Tiap Puskesmas di Pangkep

KORANPANGKEP.CO.ID - Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel terus meningkat di setiap harinya. Untuk di bulan Januari 2019 ini, ratusan pasien yang terjangkit DBD dan sudah ada 3 pasien meninggal dunia akibat wabah virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Dari data yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangkep, hingga Kamis pagi (31/1/ 2019), ada sebanyak 150 pasien dengan 3 orang pasien meninggal. Data tersebut merupakan catatan Dinkes mulai dari tanggal 1 - 31 Januari 2019. "65-70 persen penderita di usia 10-20 tahun. Anak-anak usia sekolah

"Ini data per akhir Januari 2019 dan kita terima laporan data 150 pasien terkena DBD, dari data 150 orang terkena itu ada tiga yang meninggal karena demam berdarah. Kematian karena DBD itu ada di Kecamatan Pangkajene 1 orang,  Bungoro 1 orang dan Marang 1 orang," kata Kadis Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief di Pangkajene, Kamis (31/1/2019).

Pasien-pasien itu berasal dari kalangan anak-anak hingga dewasa tersebar di Kabupaten Pangkep.

Menurut dr Indriaty Latief Peningkatan kasus DBD ini salah satu faktornya diakibatkan pencegahan kasus demam berdarah belum maksimal di setiap rumah karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam memantau perkembangan jentik nyamuk disekitar rumah mereka

"Iya belum maksimal karena program 1 rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik) itu kurang berjalan maksimal padahal sudah kita kukuhkan tahun lalu," ujarnya di Pangkajene, Kamis (31/1/2019).

Indry juga mengaku hal yang harus dilakukan masyarakat Pangkep untuk mencegah DBD paling penting menggalakkan 3 M.

"Hidup sehatlah dan galakkan 3 M yakni menguras, menutup dan mengubur," jelasnya.

Namun demikian Indry menyebut, pihak Dinkes Pangkep terus melaksanakan penyuluhan dan melakukan fogging, itupun baru bisa dilaksanakan sebatas pada daerah yang pernah ada terkena kasus DBD nya saja. 

"Kita penyuluhan juga, terus lakukan fogging. Fogging itu juga tidak sembarangan karena fogging hanya dilakukan didaerah yang pernah ada pasien yang terkena demam berdarah di daerah itu," ungkapnya.

Sementara itu, menurut data penderita DBD yang dirawat di RSUD Pangkep selama bulan Januari 2019 ini sudah mencapai 78 orang.

"Kasus DBD per 31 Januari 2019 di RSUD Pangkep, dewasa 20 orang, anak-anak 58 orang jadi total 78 orang," terangnya.

Berikut Data Penderita DBD Per 31 Januari 2019 di kabupaten Pangkep di tiap Puskesmas :
  • Puskesmas Kecamatan Pangkajene 8 orang 
  • Puskesmas Kecamatan Bontoperak 10 orang
  • Puskesmas Kecamatan Minasatene 8 orang 
  • Puskesmas Kelurahan Kalabirang 24 orang 
  • Puskesmas Kecamatan Bungoro 6 orang 
  • Puskesmas Kecamatan Bowongcindea 4 orang
  • Puskesmas Kecamatan Labakkang 0
  • Puskesmas Desa Taraweang 5 orang
  • Puskesmas Kelurahan Pundata Baji 2 orang
  • Puskesmas Kecamatan Marang 34 orang
  • Puskesmas Desa Padanglampe 2 orang 
  • Puskesmas Kecamatan Segeri 0
  • Puskesmas Desa Baring 0
  • Puskesmas Kecamatan Mandalle 0.
  • Puskesmas Kecamatan Balocci 6 orang 
  • Puskesmas Desa Bantimala 0
  • Puskesmas Kecamatan Liukang Tupabbiring 2 orang 
  • Puskesmas Pulau Sabutung 0
  • Puskesmas Pulau Sarappo 0
  • Puskesmas Kecamatan Liukang Kalmas 0
  • Puskesmas Pulau Pammantauang 0
  • Puskesmas Kecamatan Liukang Tangayya 0
  • Puskesmas Pulau Sailus 0.
  • RSUD Pangkep 39 orang.
(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "Kasus DBD Bulan Januari 150 Pasien, ini Data Pasien Tiap Puskesmas di Pangkep"