Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Demam Berdarah Merebak Di Pangkep, Sudah Dua Anak Korban Meninggal Dunia

KORANPANGKEP.CO.ID - Memasuki musim penghujan warga Pangkep nampaknya harus waspada dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang merebak akhir akhir ini. Terlebih lagi, baru-baru ini terjadi kasus kematian yang diduga diakibatkan oleh wabah penyakit DBD ini dan menimpa satu keluarga di kelurahan Bonto-Bonto

Salah seorang warga Kelurahan Bonto-Bonto, Awal mengatakan bahwa, dua hari yang lalu kerabatnya yang merupakan pelajar SD kelas IV, Farel (10), meninggal dunia akibat penyakit gigitan nyamuk aedes aegypti di Kelurahan Bonto-Bonto, Kecamatan Marang meregang nyawa akibat penyakit DBD, dimana sebelumnya saudara kandung korban juga meninggal dunia dengan kasus yang sama pada pekan lalu.

"Sudah dua meninggal dalam waktu dekat, dan merupakan saudara kandung juga. Belum lagi, keluarga yang lain dalam satu rumah itu juga menderita DBD, setelah terserang DBD ini dibawa ke RSUD Pangkep, tetapi memang nyawanya tidak dapat tertolong lagi," pungkasnya.

Ia mengaku, sangat berharap Dinas Kesehatan dapat segera menindaklanjuti kasus DBD tersebut, jangan sampai ada korban lagi.

"Pernah dilakukan fogging tetapi tidak menyeluruh, tidak semua wilayah difogging, olehnya itu kita sangat berharap pemerintah segera turun tangan, apalagi sudah ada dua ini yang meninggal dan merupakan saudara kandung," jelasnya.

Kepala Bidang Rekam Medik yang sekaligus Humas RSUD Pangkep, H Mansur TP menjelaskan, jumlah anak yang dirawat sejak awal Januari 2019 mencapai sekitar 60 orang.

”Rata-rata 3 hingga 4 anak yang masuk tiap harinya. Bukan hanya karena penyakit DBD, namun beberapa penyakit musiman lainnya juga ada seperti diare. Untuk saat ini, kamar perawatan anak sudah penuh,” jelasnya.

Menanggapi hal ini Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangkep, dr Nurliah menyebutkan Upaya pencegahan telah dilakukan pemerintah daerah melalui surat edaran Bupati Pangkep pertanggal 10 Desember 2018,lalu.
Dimana dalam surat edaran tersebut, diminta agar Camat, Lurah, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas serta masyarakat untuk mensosialisasikan tujuh hal diantaranya melakukan penyuluhan tentang gejala dan pertolongan pertama serta tata cara pemberantasan sarang nyamuk.

Setiap puskesmas dan jaringannya melakukan penyelidikan epidemiologi bila ada kasus DBD dan melakukan tindakan penanggulangan fokus sesuai petunjuk teknis yang ada. Melakukan kegiatan bulan bakti gerakan 3 M plus oleh masyarakat yang dikoordinir kepala wilayah setempat. Meningkatkan surveilan vektor dengan mengoptimalkan juru pemantau jentik.

Selanjutnya, unit pelayanan RSUD dan Puskesmas beserta jaringannya melakukan persiapan berkaitan dengan kemungkinan terjadinya DBD dan penyakit infeksi lainnya. Tetap melaksanakan gerakan Jumat Bersih bersama lintas program dan lintas sektor. Dan melaksanakan fogging serentak pada daerah rawan DBD.

“Sejak mulai musim penghujan kami sudah aktif sosialisasi kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, pemberian abatesasi dan fogging,” ungkap dr Nurliah.

(ADM-KP)





Posting Komentar untuk "Demam Berdarah Merebak Di Pangkep, Sudah Dua Anak Korban Meninggal Dunia"