Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

POLRES PANGKEP AKAN USUT DUGAAN PUNGLI HAND TRAKTOR BUAT PETANI

Menanggapi keluhan warga terkait adanya pungutan liar (Pungli) terhadap bantuan hand traktor di desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep melalui Pemkab Pangkep yang bersumber dari APBD Pangkep 2018 melalui Dinas Pertania Pangkep ditanggapi serius oleh bupati Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Syamsuddin A Hamid, merasa berang mendengarnya.

Syamsuddin mengaku sangat terganggu dengan kabar pungutan liar alat pertanian hand traktor yang merupakan salah satu visi misi prongram unggulan pemerintahannya sejak priode pertama dan dibagikan secara gratis bagi para kelompok tani di kabupaten Pangkep,

Oleh karena itu dirinya mempersilahkan aparat Kepolisian Resort (Polres) Pangkep melakukan proses hukum terhadap semua pihak yang terlibat memperjualbelikan bantuan alat pertanian handtraktor.

Jauh hari sebelumnya kepada petani sudah diwanti-wanti oleh bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid agar hand traktor tersebut tidak diperjual belikan. Bahkan Syamsuddin beberapa waktu lalu pernah berucap dirinya siap melaporkan oknum yang menjual bantuan pemerintah.

"Sudah lama kudengar ada yang jual handtrakror, tapi belum ada bukti atau saksi. Nah kalau sekarang ada (bukti_red) silakan saja diusut," tegas Syamsuddin, Kamis (27/12/2018).

Meski demikian syamsuddin juga meminta kepada aparat hukum untuk mengutamakan asas praduga tak bersalah kepada pelaku yang diduga melakukan pungutan liar terhadap pembagian hand traktor gratis tersebut.

Sementara itu Kepolisian Resort (Polres) Pangkep berjanji akan mengusut dugaan pungutan liar  bantuan alat pertanian yang dilakukan sejumlah oknum kelompok tani di Kabupaten Pangkep.

"Jelas pelanggaran kalau itu terbukti, bantuan itu kan gratis jadi kalau ada seperti ini kami akan lakukan penyelidikan atas dugaan penjualan bantuan dan kita akan panggil satu-satu mereka yang terkait hal ini," jelasnya, Kamis (27/12/2018).

Sebelumnya diberitakan beberapa orang warga parenreng mengunkapkan pada saat akan mengambil hand traktor tersebut tersebut mereka mengaku diminta membayar membayar Rp5 juta hingga Rp.6,5 Juta untuk mendapatkan satu unit handtraktor. transaksi tersebut dilakukan tanpa kuitansi dengan alasan hanya pengganti biaya administrasi kelompok tani.

"Katanya uang itu bukan untuk membeli, tapi sekadar biaya administrasi saja. Tapi setelah saya serahkan uang, handtraktor jadi milik saya, Kami ini orang kampung. Tidak sekolah, yang kami tahu bertani. Warga rela membayar berapa saja asal bisa tetap bertani" kata MP, Rabu (26/12/2018).

Terpisah, Pelaksana Kepala Desa Parenreng, Syahrul mengatakan tidak ada pembayaran untuk pengambilan traktor untuk petani tidak ada biaya. Hanya saja ia mengaku ada pembayaran apabila petani meminta ukuran traktor yang lebih besar.

"Pembagian traktor itu memang dari ADD, namun tidak ada itu pembayaran sampai Rp5juta. Kecuali jika petani minta ukuran yang lebih besar dari yang diberikan," katanya.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "POLRES PANGKEP AKAN USUT DUGAAN PUNGLI HAND TRAKTOR BUAT PETANI"