Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berhasil Tekan Kemiskinan 1,13 Persen, Pangkep Masih Termiskin Kedua Di Sulsel

Pemerintah kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengklaim Jumlah warga miskin di Pangkep tahun ini turun dibanding pada 2017 lalu. berdasarkan data, pada 2017 jumlah warga miskin mencapai 53.382 jiwa atau 16,22 persen dari jumlah penduduk. Sementara tahun ini mencapai 50.116 atai 15,10 persen atau turun sekitar 3266 jiwa atau 1,13 persen orang miskin di Pangkep.

Namun demikian dalam hal ini Pangkep hanya bergeser satu peringkat dari predikat angka kemiskinan tertinggi dari 24 kabupaten/kota disulsel dimana pada tahun 2017 lalu Pangkep menduduki persentase termiskin di Sulsel. dan tahun tahun 2018 ini Pangkep berada di posisi persentase termiskin kedua di Sulsel setelah kabupaten Jeneponto. 

Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangkep, Abdul Gaffar, Rabu (12/12/2018). Kabar turunnya angka kemiskinan Pangkep tersebut berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS). Namun demikian 

"Alhamdulillah, rilis BPS Pusat angka kemiskinan kita turun. Dan kita naik ke posisi 23 dari 24 kabupaten/kota di sulsel naik diatas Kabupaten Jeneponto. Penurunannya 1,13 persen," kata Gaffar.

Namun demikian menurut Gaffar, Kemiskinan di Pangkep yang cukup tinggi membuat pemerintah melakukan berbagai kebijakan dan inovasi untuk mendorong produktivitas masyarakat. Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid beberapa waktu lalu menekakan kepada seluruh OPD agar memfokuskan kegiatannya pada pengentasan kemiskinan.

"Target kita adalah angka kemiskinan turun, itu tidak mungkin terwujud tanpa sinergitas dan fokus kerja seluruh OPD untuk melahirkan kegiatan yang bisa mendorong produktivitas masyarakat," ujar Syamsuddin beberapa waktu lalu.

Gaffar mengungkapkan Turunnya angka kemiskinan ini atas bukan semata kerja pemerintah tapi seluruh unsur masyarakat yang ada di Pangkep. Tahun depan, kata Gaffar, pemkab Pangkep telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk mengentaskan kemiskinan di Pangkep.

"Capaian ini berkat sinergi semua pihak termasuk NGO, Swasta, pers, perguruan tinggi dan komunitas lain dalam masyarakat. Insya Allah 2019 akan lebih progresif lagi dengan berbagai persiapan. Dalam waktut dekat akan kami rilis beberapa persiapan yg dimaksud," ungkapnya.

Sekedar diketahui Sejak 2013, pertumbuhan ekonomi Pangkep lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sulsel. Adanya PT Semen Tonasa dan beberapa industri pengolahan dan penggalian/pertambangan (skala besar dan menengah) memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Kabupaten Pangkep.

Perusahaan-perusahaan tersebut juga menyerap tenaga kerja usia produktif di Pangkep. Namun hal itu belum mampu menggeser secara signifikan peringkat Kabupaten Pangkep dengan tingkat kemiskinan tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini nampaknya sejalan dengan beberapa hasil penelitian yang pernah ada, dinyatakan bahwa tingginy pertumbuhan ekonomi tidak mutlak mampu menekan tingkat kemiskinan.

Kondisi geografis yang sulit untuk wilayah kepulauan dan pegunungan menjadi salah satu sebab sulitnya masyarakat memperoleh basic needs (makanan dan non makanan). Realitanya, hidup jauh di wilayah yang dianggap sulit terjangkau namun masyarakatnya merasa cukup, bahkan sebagian sudah merasa lebih dari cukup dalam pemenuhan kebutuhannya baik makanan maupun nonmakanan.

Khususnya masyarakat kecamatan kepulauan, akses menuju ibukota kabupaten maupun ibukota kecamatan sangat bergantung pada sarana transportasi dan cuaca. Kondisi semu juga terjadi, dengan berbagai pertimbangan, sejak dulu ada kecenderungan masyarakat untuk menginvestasikan uangnya menjadi properti (tanah, kebun, empang, dsb), logam mulia ataupun perhiasan emas.

Selain itu kondisi ekonomi makro seperti inflasi, tentunya dapat menurunkan minat dan daya beli masyarakat.

Setiap penyelenggaraan kegiatan perstatistikan, BPS menerapkan metodologi statistik mulai dari perencanaan, desain survei/sensus yang seiring waktu melalui proses penyempurnaan dan qualitycontrol yang ketat, penggunaan konsep dan definisi yang mengacu pada standar internasional sehingga keterbandingan apple to apple. Manajemen tatalaksana dan pengawasan lapangan juga dilakukan berjenjang.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir missing maupun bias agar menghasilkan estimasi parameter populasi dengan relative standard error (RSE) terkecil. Sejumlah petugas lapang yang dilibatkan sebagai pencacah dan pemeriksa wajib mengikuti pelatihan selama beberapa hari untuk menyeragamkan persepsi konsep dan definisi operasional survei.

Dalam pelaksanaannya, ketika ditemukan outlier berupa nilai ekstrim yang over/under pada variabel/data tertentu, maka pengawasan melekat dan revisit terhadap rumahtangga sampel pun dilakukan.

Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah baik pusat maupun daerah dalam menanggulangi masalah kemiskinan di Indonesia. Untuk wilayah kabupaten, dengan melibatkan stakeholders terkait dapat dibangun suatu sistem yang menghasilkan beberapa program yang berdayaguna dan menyentuh langsung masyarakat miskin.

Sebagai langkah awal, dapat dilakukan dengan melakukan berbagai kajian lapangan agar program tersebut efektif dan berpengaruh signifikan dalam menekan tingkat kemiskinan. Akses masyarakat miskin sangat terbatas dalam menikmati hasil pembangunan. Selain pembangunan sarana dan prasarana, program lifeskill bagi usia produktif tentunya dapat meningkatkan pendapatan rumahtangga miskin.

Khusus untuk rumahtangga miskin yang tidak memiliki usia produktif, program bantuan pangan maupun non pangan dapat mengintervensi kondisi rumahtangga tersebut meskipun tidak berdampak jangka panjang

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "Berhasil Tekan Kemiskinan 1,13 Persen, Pangkep Masih Termiskin Kedua Di Sulsel"