Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ASTAGA, HAND TRAKTOR BANTUAN PEMKAB PANGKEP DIDUGA DITRANSAKSIKAN

Bantuan handtraktor atau traktor tangan dari pemerintah kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian yang seharusnya dibagikan secara gratis ke kelompok tani untuk memperolehnya diduga dilakukan pungutan liar oleh oknum Gapoktan Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep

Hal ini dikeluhkan oleh beberapa warga desa Parenreng Menurut warga Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, ia mengaku bahwa dalam empat tahun terakhir untuk memperoleh handtraktor bantuan tersebut dipungut biaya kepada warga.yang nilainya jutaan rupiah per hand traktor. Dalam transaksi tersebut, ketua kelompok tani meminta warga agar tak menceritakan hal ini kepada orang luar.

Salah seorang warga parenreng berinisial MP pada transaksi tersebut Ia mengaku diminta membayar membayar Rp5 juta untuk mendapatkan satu unit handtraktor. transaksi tersebut dilakukan tanpa kuitansi dengan alasan hanya pengganti biaya administrasi kelompok tani.

"Katanya uang itu bukan untuk membeli, tapi sekadar biaya administrasi saja. Tapi setelah saya serahkan uang, handtraktor jadi milik saya, Kami ini orang kampung. Tidak sekolah, yang kami tahu bertani. Warga rela membayar berapa saja asal bisa tetap bertani" kata MP, Rabu (26/12/2018).

Bukan hanya MP yang dimintai uang agar bisa memperoleh hand traktor tersebut, warga lainnya berinisial KM juga mengaku telah menyerahkan uang sebesar RP.6.5 Juta agar bisa memiliki handtraktor bantuan tersebut. Ia terpaksa membayar ke oknum gapoktan karena handtraktor lainnya untuk keompok tani dari pemerintah hanya dikuasai oleh ketua kelompok tani saja.

"Saya bayar Rp6,5 juta. Itu juga terpaksa karena daripada saya susah membajak sawah. Untuk pinjam punya kelompok juga susah karena handtraktor dikuasai sama ketua kelompok," ucapnya.

KM menuturkan, warga kampung umunya takut mengungkapkan hal ini, sebab ketua kelompok tani rata-rata orang yang dekat dengan pejabat. Ia mengatakan, jika dihitung seluruh bantuan seharusnya sudah cukup namun karena tidak merata akhirnya bantuan tidak pernah cukup.

"Bagaimana mau cukup, kalau bantuan diberikan orang yang sama sampai tiga kali, bahkan empat kali. Bantuan juga diberikan sama orang yang tidak punya sawah, sementara kami yang punya sawah tidak dapat apa-apa," ujar warga lain, RN yang juga membayar Rp6,5 juta untuk sebuah habdtraktor.

Terpisah, Pelaksana Kepala Desa Parenreng, Syahrul mengatakan tidak ada pembayaran untuk pengambilan traktor untuk petani tidak ada biaya. Hanya saja ia mengaku ada pembayaran apabila petani meminta ukuran traktor yang lebih besar.

"Pembagian traktor itu memang dari ADD, namun tidak ada itu pembayaran sampai Rp5juta. Kecuali jika petani minta ukuran yang lebih besar dari yang diberikan," katanya.

Penjualan bantuan tersebut sudah diwanti-wanti Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid agar hal itu tak terjadi. Bahkan Syamsuddin beberapa waktu lalu pernah berucap dirinya siap melaporkan oknum yang menjual bantuan pemerintah.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "ASTAGA, HAND TRAKTOR BANTUAN PEMKAB PANGKEP DIDUGA DITRANSAKSIKAN"