Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

WARGA PULAU DI PANGKEP KELUHKAN PENDANGKALAN MUARA SUNGAI PANGKAJENE

Warga Kepulauan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan di 4 wilayah kecamatan yang dimilikinya yakni Kecamatan Liukang Tupabbiring, Liukang Tupabbiring Utara, Liukang Kalmas, dan Liukang Tangaya, mengeluhkan pendangkalan sungai di wilayah itu sudah sangat mengganggu dan menghambat sistem perekonomian masyarakat pulau.

Pasalnya muara sungai tersebut satu satunya akses terdekat menuju Pasar sentral Pangkajene, baik para nelayan yang akan menjual ikan hasil tangkapannya di pasar Pangkajene maupun para warga yang ingin berbelanja di pasar Pangkajene untuk kebutuhan sehari hari ataupun untuk barang dagangan sembako yang di jual di pulau masing masing.

"Sungai Pangkajene satu satunya akses masuk menuju pasar pangkajene, baik untuk jualan ikan maupun untuk belanja sehari hari, jika air surut, kapal dan perahu tidak bisa masuk karena pendangkalan di muara sungai Pangkajene sudah sangat parah dan tidak bisa dilalui" Ungkap Nasirah salah seorang warga pulau Liukang Tupabbiring yang hendak bebrbelanja di pasar Pangkajene.


Nasirah menjelaskan ketika air laut surut dia dan warga pulau lainnya terkadang harus menunggu berjam jam sapai air pasang kembali untuk bisa melanjutkan perjalanan ke  Pangkajene ataupun sebaliknya perjalanan pulang kepulau mereka, sehingga tak jarang banayk nelayan merugi karena ikan hasil tangkapannya sudah tidak segar lagi dan bahkan mulai membusuk.

"Sudah 4 jam kami disini berpanas matahari untuk menunggu air pasang agar bisa masuk ke pangkajene berbelanja barang sembako dan menjual hasil tangkapan nelayan di pasar Pangkajene, anak saya juga sudah menangis karena kepanasan dan lapar" Ungkap Nasirah yang terjebak air surut laut sejak jam 10.00 pagi hingga jam 2 siang

Menurut nasirah ada Akses altenatif lain yang lancar hanya ada di Pelabuhan Maccini Baji Kecamatan Labbakang, namun jarak kecamatan Labbakang ke kecamatan Pangkajene cukup jauh kurang lebih 8 kilo meter, dan pastinya akan memakan ongkos tambahan untuk sewa mobil perjalanan ke pasar Pangkajene.

"Bisa lewat pelabuhan Maccini Baji Labbakang tapi biaya transportasi kami juga bertambah mahal bahkan terkadang mobil pete pete tidak sampai kedalam areal pelabuhan Maccini Baji, sehingga kami harus angkat lagi barang barang keluar pelabuhan agar bisa dapat kendaraan darat." Keluhnya.


Baik Nasirah maupun warga pulau lainnya berharap pemerintah kabupaten Pangkep, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan ataupun pusat, untuk segera melakukan pengerukan muara sungai pangkajene yang sudah mengalami pendangkalan yang sudah cukup parah agar perekonomian warga kepulauan bisa lancar kembali menuju pasar Pangkajene.

"Sekarang saja musim air laut naik perahu masih biasa kandas apabila jika muatannya berat. Jadi gimanalah nanti kalau tidak secepatnya dikeruk, kami di pulau semakin kesulitan mengakses pasar Pangkajene untuk berjualan ataupun berbelanja kebutuhan sehari hari," kilahnya

(ADM-KP)
  

Posting Komentar untuk "WARGA PULAU DI PANGKEP KELUHKAN PENDANGKALAN MUARA SUNGAI PANGKAJENE"