Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SIAP-SIAP PESERTA CPNS 2018 IKUTI TES SKB, INI JADWAL DAN SISTEMNYA

Pemerintah akhirnya memastikan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS 2018 dapat dimulai pada 1 hingga 4 Desember 2018. Hal ini diutarakan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana, dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (22/11/2018) lalu, Bima menargetkan proses penerimaan CPNS 2018 pun bisa selesai pada tahun 2018 ini.

Menurut Bima Tes SKB akan memakai sistem computer assisted test (CAT). Nantinya, kata dia, peserta yang mengikuti ujian di BKN akan menggunakan CAT milik badan tersebut. Sementara peserta di daerah akan melakukan tes di sekolah-sekolah di wilayah mereka yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Untuk peserta tes yang menggunakan fasilitas CAT BKN, ujian SKB dilakukan pada tanggal 4 Desember 2018. Sementara mereka yang menggunakan fasilitas UNBK Kemendikbud, tes SKB sudah bisa dilaksanakan pada 1 atau 2 Desember 2018.

"Untuk yang menggunakan fasilitas BKN tanggal 4 (Desember) sudah bisa tes, sementara untuk yang pakai fasilitas UNBK tanggal 1 atau 2 sudah bisa tes" ujar Kepala BKN Bima Haria Wibisana

Sementara itu, untuk peserta tes di sekolah pemerintah akan memodifikasi sedemikian rupa sistem CAT yang sebelumnya digunakan untuk UNBK agar sesuai dengan kebutuhan tes SKB

Peserta ujian yang lolos passsing grade dan yang lolos melalui rangking akan bersaing di dua kelompok yang berbeda. Peserta yang lolos passsing garde adalah masuk dalam kelompok pertama dan yang sistem rangking masuk dalam kelompok kedua.

Berkaitan dengan soal yang akan diujikan dalam tes SKB, Bima memastikan tak akan ada perubahan berarti dari tes tahun lalu. Nilai ambang batas dalam tes juga tak berubah, sama dengan yang berlaku pada tahun sebelumnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Banyaknya formasi yang masih kosong dan sedikitnya peserta yang lolos pada ujian SKD sehingga mendorong pemerintah untuk mengeluarkan Permen PAN RB No 61 Tahun 2018. Keputusan ini mengatur tentang nilai ambang batas yang harus didapatkan peserta sehingga dapat dikatan lolos untuk bisa lanjut untuk ke ujian SKB, walaupun melalui sistem rangking.

Peraturan Menteri PAN RB nomor 61 Tahun 2018 juga mengatur tentang nilai kumulatif peserta yang ikut SKB, namun tidak memenuhi nilai ambang batas. Di antaranya adalah nilai kumulatif SKD formasi Umum, paling rendah 255.

Berikut penjelasan Kepala BKN di laman resmi BKN berikut contoh kasus yang mungkin terjadi di lapangan untuk memahami bekerjanya Permen PAN RB 61/2018.

Kasus 1
Formasi: 1
Lolos PG Awal: 1
Yg ikut SKB: 1

Kasus 2
Formasi: 1
Lolos PG awal: 0
Yang ikut SKB: 3 (ranking 1-3)

Kasus 3
Formasi: 2
Lolos PG: 2
Yang ikut SKB: 2 (keduanya yg lolos PG awal)

Kasus 4
Formasi: 2
Lolos PG awal: 1
Yang ikut SKB: 4, terdiri dari
  • 1 yang lolos PG awal untuk mengisi formasi #1
  • 3 (yang tidak lolos PG awal, ranking 3 terbaik) untuk memperebutkan formasi #2
Kasus 5
Formasi: 1
Lolos PG Awal: 7
Yang ikut SKB: 3 (yang lolos PG Awal dan ranking 3 terbaik)

Peserta yang tidak lolos PG awal, dapat mengikuti SKB jika dan hanya jika:

a. ada formasi yang kosong (tidak terisi oleh mereka yang lolos PG awal)

b. menduduki ranking 3 terbaik, untuk setiap formasi yang kosong. Misal:
  • formasi yang kosong 1, ranking 1-3 yang ikut SKB
  • formasi yang kosong 2, ranking 1-6 yang ikut SB
c. Memenuhi passing grade:
  • 255 untuk formasi umum, formasi khusus cumlaude dan formasi khusus diaspora,
  • 220 untuk formasi khusus: putra/putri Papua/Papua Barat, disabilitas, dan Eks THK2 guru/tenaga medis/paramedis.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "SIAP-SIAP PESERTA CPNS 2018 IKUTI TES SKB, INI JADWAL DAN SISTEMNYA"