Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RAHMAN MANTAN KADES MATTIRO BONE RESMI JADI TAHANAN KEJAKSAAN PANGKEP

Tim Reskrim Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Pangkep telah melimpahkan berkas perkara tahap kedua Abdul Rahman mantan Kepala desa tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) 2016 Mattiro Bone, Kecamatan Liukang Tupabiring. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Rabu (31/10/2018).

Hal ini diungkapkan Kepala Unit (Kanit) Tipidkor Satreskrim Polres Pangkep, Ipda Firman mengungkapkan, berkas perkara tahap kedua tersangka Abdul Rahman sudah dikirim ke kejaksaan dan sudah dianggap lengkap atau P.21 . dan siap untuk di sidangkan di Pengadilan Tinggi Tipidkor makassar

"Sudah dilimpahkan berkas tahap dua, Barang bukti dan penahanan mantan Kepala Desa Mattiro Bone, Abdul Rahman dilimpahkan polisi setelah Kejari Pangkep dan menyatakan berkas perkara tersebut lengkap atau P21." ungkap Kanit Tipikor Polres Pangkep, Ipda Firman kepada awak media.

Sementara itu tersangka lain dalam kasus ini yaitu Kepala BPBD Pangkep non aktif, Sahaba Nur. namun menurut Firman pelimpahan berkasnya belum dilakukan polisi karena masih harus melengkapi berkas pemeriksaan lainnya sesuai petunjuk kejari Pangkep.

"Belum kita limpahkan. Masih ada petunjuknya kejaksaan," tambah Firman.

Di beritakan sebelumnya Tersangka Abdul Rahman bahkan sempat buron dan saat ini sudah dalam penahanan polisi. Sementara Sahaba Nur, yang menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep belum ditahan dengan pelbagai pertimbangan.

Kedua tersangka kasus Korupsi penyalahgunaan ADD 2016 tersebut merupakan mantan pelaksana tugas kades pada 2016 lalu. Kedua tersangka diduga menyelewengkan anggaran desa Mattiro Bone dengan melakukan kegiatan fiktif berupa pembangunan jalan desa, pengadaan bibit lobster, kekurangan pembayaran pembelian perahu fiber. Perbuatan dua tersangka ini menyebebkan kerugian negara sebesar Rp265 juta.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "RAHMAN MANTAN KADES MATTIRO BONE RESMI JADI TAHANAN KEJAKSAAN PANGKEP"