Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PAUS SPERMA PANJANG 8 METER MATI TERDAMPAR DI PULAU SAPINGGANG

Bangkai seekor ikan Paus sperma kembali ditemukan terdampar di pantai wilayah pulau Sapinggang desa Tampaang kecamatan Liukang Tangaya Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel. yang merupakan pulau terjauh kabupaten Pangkep yang berbatasan langsung dengan Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dari ukuran Panjang dan lebarnya ikan Paus Sperma tersebut diperkirakan  memiliki berat sekitar 7 ton. dan mati secara mengenaskan setelah terdampar di bibir pantai pulau Sapinggang LIukang Tangaya

"Panjangnya kurang-lebih 8 meter lebar 2 meter dan beratnya kurang-lebih 7 ton. Ini paus sperma," kata M. Ramli warga setempat yang mengabadikan gambar ikan paus yang terdampar tersebut.


Menurut keterangan Ramli, paus tersebut diperkirakan mati kurang-lebih dalam kurun waktu satu bulan. Bagian tubuh paus tersebut sudah membusuk dan mengempis, ikan yang masuk dalam kategori dilindungi pemerintah itu menjadi tontonan warga setempat.

Ramli belum dapat memastikan penyebab matinya paus sperma itu karena harus lebih dulu diteliti. Namun umumnya paus mati karena faktor cuaca, sakit, kemudian terpisah dari kawanannya dan mati.

"Ya sudah kurang lebih satu bulan ikan itu mati disini, itu kan juga baunya ke mana-mana, itu kalau nggak segera ditangani bisa menular, berpotensi untuk menyebarkan penyakit ke manusia," terangnya.

Ramli juga menyebutkan, peristiwa matinya ikan paus akibat terdampar di pantai ini adalah kali kedua terjadi di pulau Sapinggang dalam kurung waktu satu tahun terakhir

"Untuk yang kedua kalinya ditemukan ikan paus terdampar, dalam kedaan mati mengenaskan di perairan Pulau Sapinggang," katanya, Minggu (4/11/2018).

Ramli berharap kejadian ini adalah yang terakhir atau mamalia ini hanya akan menjadi sejarah dan dongeng pengantar tidur bagi anak anak kita kelak tanpa pernah melihat wujud aslinya.
video ikan Paus mati terdampar di Pulau sapinggang

Mengapa hewan-hewan ini, yang amat menguasai seluk-beluk kehidupan di perairan, justru bergerak memasuki lingkungan daratan yang tidak ramah—sehingga berujung kematian?

Menurut para ahli mereka biasa hidup di kedalaman 1.000 meter lebih dan merupakan makhluk sosial. Mereka membentuk kelompok yang bisa terdiri dari ratusan ekor. Spesies paus yang paling sering terdampar adalah mereka yang hidup di laut dalam, dan di lokasi yang sama, sehingga alam lebih berperan sebagai penyebab dibandingkan manusia. Paus kerap terdampar di area yang sangat dangkal, dengan lantai laut yang melandai perlahan dan sering kali berpasir.

Dengan situasi seperti itu, tidak heran jika hewan-hewan ini, yang terbiasa berenang di laut dalam, bisa kesulitan dan bahkan kembali terdampar bila mereka berhasil mengambang lagi.

Kemampuan ekolokasi yang mereka gunakan untuk membantu navigasi juga tidak berfungsi baik di lingkungan yang demikian. Jadi cukup mungkin bila mayoritas paus terdampar akibat kesalahan navigasi, misalnya ketika mereka memburu mangsa hingga ke daerah asing dan berbahaya.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "PAUS SPERMA PANJANG 8 METER MATI TERDAMPAR DI PULAU SAPINGGANG"