Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KKDP SOROT DISDUKCAPIL PANGKEP LAMBAN MELAKUKAN PEREKAMAN E-KTP

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel kembali menggelar Rapat Pleno Terbuka tentang rekapitulasi dan penetapan DPHTP-2 di kantor KPU Pangkep, Senin (12/11/2018),kemarin, Dimana Sebanyak 25.947 pemilih di Kabupaten Pangkep dinyatakan tidak dapat mengikuti pemilu 2019 karena belum terdaftar dalam daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua (DPHTP-2).

25.947 pemilih di Kabupaten Pangkep tersebut terancam hilang hak pilihnya karena sampai saat ini belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Hilangnya jumlah pemilih itu, sesuai ketentuan disyaratkan UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum khususnya bagi warga yang mempunyai hak pilih harus dibuktikan dengan identitas e-KTP

"Kita akan konsultasi dengan Dinas Kependukan dan Catatan Sipil bagaimana agar para pemilih ini segera perekaman agar memiliki KTP elektronik atau minimal suket (surat keterangan perekaman e-KTP)," tukas Komisioner Bidang Data KPU, Rohani pada rapat pleno KPU Pangkep tentang rekapitulasi dan penetapan DPHTP-2 di kantor KPU Pangkep, Senin (12/11/2018).

Dijelaskan Rohani, saat ini berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan DPHTP-2, jumlah pemilih tetap di Kabupaten Pangkep bertambah sebanyak 151 pemilih. Yakni sebelumnya pada DPHTP-1 berjumlah 217.562, menjadi 217.717 pemilih pada DPHTP-2. Jumlah pemilih juga bertambah sebesar 6.556 namun jumlah pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) sebesar 6.401 orang.

"Jadi tambahan hanya 151 pemilih untuk DPHTP-2," tambah Rohani.

Diketahui Sebelumnya di bulan Agustus 2018 lalu pada daftar pemilih tetap hasil perbaikan pertama (DPHTP-1) tercatat 38.831 warga yang tak terdata karena tak memiliki e-KTP, setelah verifikasi faktual dilapanga KPU Pangkep akhirnya menemukan sebanyak 24.010 warga yang telah memiliki e-KTP dilapangan atau sekitar 14.821 wajib pilih yang tidak valid datanya karena tak memiliki e-KTP dan akhirnya KPU menetapkan 217.562 DPT dari jumlah DPS sebelumnya 241.707

Saat itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pangkep, Mustari berjanji akan menyelesaikan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik 38 ribu warga Pangkep dalam waktu sebulan saja, namun hingga saat ini bukannya berkurang malah pemilih yang tak ber E-KTP tersebut malah bertambah banyak.

"Iya kita upayakan bergerak secepatnya. Senin pekan depan kita akan rapat panggil camat, lurah, kepala desa dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk memanggil masyarakat yang ada di daftar perekaman, Kita ini ditarget memang dan saya memang sudah izin pernyataan untuk selesaikan dan sepanjang masyarakat mau kumpul kita pastikan selesai sebulan," ujarnya

Terkait hal itu, Sekertaris Jendral (Sekjend) KOmite Komunitas Demokrasi Pangkep (KKDP) Misbah Maggading menyoroti lambannya kinerja yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). akibat masih tingginya jumlah warga yang tak memiliki e-KTP

“Ini patut jadi perhatian, ribuan warga kita harus mendapatkan hak pilihnya. Kami menyayangkan tingginya jumlah pemilih yang tak memiliki KTP-el, dan berharap segera dituntaskan,”singkat Misbah.

Sorotan KKDP tersebut tentu saja sangat beralasan mengingat beberapa tahun terakhir ini Pemkab Pangkep telah melakukan perekaman e-KTP dengan program Jemput bola ke desa dan kelurahan bahkan dengan menggunakan pelayanan Malam hari dari pukul 18.00 sampai 23.00 wita di kabupaten Pangkep,

Namun program tersebut sepertinya jalan ditempat dan tidak membuat perubahan drastis dalam perekaman e-KTP, ini terlihat masih tingginya jumlah warga yang tidak memiliki e-KTP di kabupaten Pangkep.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "KKDP SOROT DISDUKCAPIL PANGKEP LAMBAN MELAKUKAN PEREKAMAN E-KTP"