Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KISRUH PEDAGANG PASAR KASSI DAN PASAR MAJENNANG BELUM ADA TITIK TEMU

Kisruh dan polemik antara pedagang tradisional pasar Kassi kelurahan Kassi dan pedagang pasar majennang Kelurahan Tonasa Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulsel, terkait pembagian jatah jadwal hari pasar rupanya belum menyepakati titik temu hingga saat ini, padahal kisruh tersebut sudah berjalan selama 2 tahun sebelumnya. hal ini di karenakan para pedagang tersebut tak mau saling mengalah persoalan pembagian jadwal pasar.

Persoalannya pedagang di pasar Kassi dimana selama ini hanya mendapatkan jadwal sekali sepekan meminta jatah jadwal pasar Majennang dialihkan 1 hari dalam sepekan yang mana selama ini Pasar majennang mendapatkan jatah jadwal pasar dua kali dalam sepekan  saja, alasan pengambil alihan dan pemindahan jadwalnya karena pembeli pasar kassi jauh lebih rame dibandingkan dengan pasar majennang saat ini.

Tentu saja hal ini di tentang oleh pedagang pasar majennang yang bermukim tetap di kompleks pasar tersebut karena otomatis akan mengurangi penghasilan mereka jika jadwal pasar di majennang dikurangi dan dialihkan ke pasar kassi

Salah seorang pedagang, Nasrah asal Ujung Batu desa Panaikang Kecamatan Minasatene yang mendukung pemindahan jadwal pasar majennang ke pasar kassi tersebut mengaku pendapatannya saat berjualan sendal jelas sekali perbandingan penghasilan yang didapatkan dari kedua pasar ini hampir 10 kali lipat

"Beda sekali pembeli. Kalau saya menjual di pasar Majennang itu saya cuma dapat Rp 50 ribuan saja dan itu sudah pagi sampai ditutup lagi pasar sekitar pukul 11 jelang siang. Sepi sekali pembeli, Sementara di Pasar Kassi,  penghasilan per satu kali jualan itu di atas Rp.500 ribu. bahkan sampai Rp.1 juta " Ungkap Nasrah, Kamis (01/11/2018).

Sepinya pembeli di Pasar Majennang, kata Nasrah karena lokasi pasar berada di tengah perumahan karyawan eks pabrik Semen Tonasa 1 yang dulu ramai dihuni karyawan sewaktu perusahaan masih beroperasi. Sejak perusahaan pabrik sudah tidak beroperasi, pasar tersebut sepi karena perumahan Tonasa 1 sudah tidak dihuni lagi karyawan Tonasa. Dia berharap Disperindag Pangkep mengeluarkan surat izin untuk jatah pasar Kassi.

"Akses pasar Kassi jugakan jalan poros jadi orang yang berbelanja berpusat disitu. Sementara pasar Majennang sepi pembeli, karena berada di tengah tengah perumahan karyawan yang sudah ditinggalkan. Kita minta pemerintah pikirkan juga kami, yang menjual di Pasar Kassi" ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Pangkep, Ansar Paduppai pada dasarnya menyetujui jatah Pasar Kassi di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep ditambah. Ansar menyebut alasan penambahan jatah pasar agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pangkep khususnya di perdagangan bisa bertambah. Menurut Ansar, ada perbandingan dari segi PAD Pangkep yang masuk ke kas daerah.

"Saya setuju itu pengalihannya, karena kan bisa menambah PAD kita di Pangkep. Saya juga dituntut untuk memperhatikan PAD di bidang perdagangan, jika pasar Majennang yang dua kali jatah pasar dalam sepekan itu PAD nya hingga sebulan hanya Rp 1,8 juta. Sedangkan PAD pasar Kassi yang hanya sekali pasar dalam sepekan hingga sebulan itu Rp 1,5 juta," jelas Ansar.

Ansar menyebut, sudah berkali-kali memediasi para pedagang pasar Kassi dan pedagang pasar Majennang agar mau berdamai.

"Itumi susahnya mereka sekarang tidak mau diatur, padahal ini persoalan bisa diselesaikan secara damai. Kan pasar Majennang itu dapat jatah dua kali dalam sepekan, sementara pasar Kassi hanya sekali jatah. Tapi penghasilan pedagang tentu berbeda," ujarnya.

Ansar menyebut langkah selanjutnya akan mempertemukan para pedagang yang merupakan asli masyarakat Majennang dan para pedagang Kassi agar mencari solusi damai. yang mana sejak dua tahun terakhir belum ada solusi sehingga  kerap kali mengakibatkan adanya bentrok antar pedagang kassi dan pedagang majennang.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "KISRUH PEDAGANG PASAR KASSI DAN PASAR MAJENNANG BELUM ADA TITIK TEMU"