Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

GEGARA DILARANG KERJA OLEH KADIS, REKANAN DIDENDA 1 JUTAAN PERHARI

Kontraktor CV Lutfhi, rekanan Proyek Pembangunan Tribun Citra Mas Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terpaksa harus menerima Sanksi denda lantaran Dianggap tak komitmen menyelesaikan pekerjaan pembangunan tribun Pangkep tersebut tepat waktu dari jangka waktu kontrak yang telah ditentukan dalam perjanjian kontrak.

Hukuman besaran denda yang harus dibayarkan Kontraktor CV Lutfhi tersebut berkisar Rp1 jutaan per hari terhitung mulai Jumat (23/11/2018) kemarin. padahal sebelumnya pasca penanda tanganan kontrak dengan PPK Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep Tanggal 23 Juli 2018 lalu saat ingin bekerja Kadis Penataan Ruang sendiri yang meminta kepada kontraktor untuk menunda dulu pekerjaannya setelah pelaksanaan Upacara 17 Agustus 2018

Atas permintaan Kadis Penataan Ruang tersebut, kontraktor mengalami keterlambatan memulai kerja hampir sebulan yakni 25 hari kerja, namun pada saat jatuh tempo waktu pelaksanaan tertanggal 22 September 2018, Kadis Penataan Ruang Justru tak memberikan tolenransi penambahan waktu pengerjaan kepada kontraktor sesuai kekurangan waktu yang telah diminta Kadis Penataan Ruang sebelum perayaan 17 agustus yakni sebanyak 25 hari kerja. atas kelakuan Dinas Penataan Ruang tersebut Kontraktor rekanan harus menanggung kerugian 1 jutaan perhari. 

"Harusnya awal Agustus sudah mulai kerja tapi kenyataan di lapangan, mereka kerja diakhir Agustus. Dendanya sebesar satu perseribu dari total nilai proyek," ungkap Kepala Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep, Sudirman Husain tanpa mempertimbangkan permintaan penundaan kerja sesudah 17 agustus 2018 saat itu kepada kontraktor.

Ia mengaku telah melakukan pertemuan dengan pihak kontraktor dan TP4D Kejari Pangkep terkait keterlambatan tersebut, dan bersikukuh melakukan denda kepada rekanan kontraktor tersebut.

Rekanan pelaksana CV Luthfi Nur Achmad berkilah keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek Tribun Citra Mas tersebut lantaran kendala teknis yang berasal dari Kepala Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep, Sudirman Husain itu sendiri.

Menurut Nur Achmad, sejak awal dirinya merasa dipersulit oleh Kadis Penataan Ruang, dimulai saat dirinya ingin mulai bekerja usai penandatanganan kontrak, namun oleh Sudirman meminta kepada CV.Luthfi menunda pekerjaan hingga selesai acara upacara 17 Agustus, Sdirman berkilah ini adalah permintaan Bupati Pangkep H. Syamsuddin Hamid, karena Lapangan Citra Mas tersebut akan di Pakai sebagai tempat Upacara 17 agustus

"Kata Kadis, saya dilarang bekerja sebelum upacara 17 Agustus2018. Katanya itu perintah bupati. Jadi kalau saya pekerjaan sekarang molor dipersoalkan, harusnya diingat bahwa mulainya pengerjaan proyek tribun itu juga molor sebulan. Bayangkan tandatangan kontrak 23 Juli dan saya baru dibolehkan bekerja setelah 17 Agustus 2018, jadi memang mulainya yang terlambat saat itu atas permintaan kadis sendiri" Ketus Nur Ahmad yang merasa dirugikan oleh PPK nya.

Tak hanya sampai disitu saja, saat memulai pekerjaan usai tanggal 17 agustus Bahan baku besi seperti yang ada dalam RAB dengan ukuran diameter 22, 19 dan 16 full sigma ternyata tidak ada di pasaran di wilayah Sulawesi Selatan, atas kendala tersebut Nur Ahmad berkonsultasi terkait material besi yang dipersyaratkan kepada Dinas Penataan Ruang.

Nur Achmad mengatakan, pada tanggal 22 Agusutus 2018, Ia menyurat kepada PPK proyek ini agar diberi solusi namun tak ada jawaban sulat balasan dari Dinas. Achmad kemudian berinisiatif bertemu langsung dengan Kepala Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep, Sudirman Husain, untuk meminta solusi.

"Besi yang dipersyaratkan tidak ada. Konsultan juga mengaku kalau material itu tidak ada dipasaran. Setelah ketemu Kadis saya diberi toleransi menurunkan ukuran 0,2 millimeter," kata Achmad.

Ia menyayangkan, toleransi ukuran besi terlambat diberikan oleh Kadis Penataan ruang. Padahal menurutnya di proyek lain, toleransi seperti itu gampang diberikan. seperti pada proyek pembangunan kantor Disdukcapil Pangkep dimana kontraktornya malah di beri toleransi sampai 2 milimeter sigma

"Saya minta tleransi ukuran besi karena tidak ada di pasaran, jawabannya lama sekali padahal toleransi yang saya minta hanya 0,2 milli meter, sedangkan Disdukcapil dengan mudahnya mendapatkan toleransi 2 milimeter, saya tanya ke dia (kadis penataan ruang_red), kenapa diproyek pembangunan kantor Disdukcapil yang harusnya besi 16 jadi besi 14, ada apa," sesal nur achmad.

Meski menyesalkan kondisi tersebut, Nur Achmad berjanji akan tetap mematuhi sanksi yang diberikan yakni membayar denda tersebut.

Sementara itu Ketua TP4D Kejari Pangkep, Mustar menuturkan, pihaknya mengeluarkan surat perintah penyelesaian pekerjaan sampai 50 hari kedepan dengan denda satu perseribu dari total nilai proyek, Mustar mengaku sejak awal TP4D sudah memantau proyek lanjutan pembangunan tribun ini.

"Diterbitkn surat perintah penyelesaian pekerjaanselama 50 hari dengan ketentuan denda keterlambatan jalan. Apabila tidak menyelesaikan maka sanksi black list (kontraktor)," tegasnya.

Dari pantauan awak di lapangan tribun Citra mas Pangkep, nampak beberapa orang pekerja masih sibuk bekerja di lokasi proyek tersebut. Proyek ini merupakan lanjutan dari tahun lalu dengan nama proyek yang sama. Tahun lalu proyek ini menelan anggaran sebesar Rp2,8 miliar. Rencananya, 2019 proyek ini kembali dianggarkan untuk penyelesaian.

(ADM-KP)


Posting Komentar untuk "GEGARA DILARANG KERJA OLEH KADIS, REKANAN DIDENDA 1 JUTAAN PERHARI"