Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DEMI PERAYAAN MAULID WARGA PANGKEP TAK PEDULI HARGA TELUR NAIK

Memasuki bulan maulid (Maulud) Harga kebutuhan pokok seperti telur, ikan bandeng dan udang di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulsel mengalami kenaikan. Namun hal tersebut rupanya tak menurunkan omset penjualan para pedagang telur di Pasar sentral Pangkajene.

Pasalnya dalam tradisi perayaan maulid nabi besar Muhammad, SAW di kabupaten Pangkep umumnya menggunakan telur berwarna merah untuk menyemarakkannya. warga tetap berbondong-bondong menyerbu pasar untuk membeli telur dan kebutuhan lainnya untuk merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Dari pantauan awak media di pasar sentral Pangkajene, harga telur mencapai Rp44 ribu untuk telur ukuran sedang hingga Rp45 ribu per rak untuk ukuran yang agak besar atau naik berkisar Rp3 ribu sampai Rp5 ribu. Selain telur, harga cabe juga mengalami kenaikan hingga Rp5 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogramnya serta harga ember.

"Paling mengalami kenaikan itu harga cabe dan telur dan ember. Baru beberapa hari ini naik. Biasanya tetap normal," Ungkap Hamsmah salah satu pedagang di Pasar Pangkajene, Rabu (21/11/2018).


Sementara itu, salah satu pengunjung pasar Pangkajene, Islamia warga Pulau Balang Lompo, kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep mengaku meski harga telur naik ia tidak peduli demi momen perayaan maulid yang dilaksanakan satu kali tiap tahun itu. Baginya, perayaan maulid yang terpenting apalagi sudah menjadi tradisi yang dirayakan secara turun temurun di daerahnya.

"jadi kami ke pasar yang ada di daratan untuk belanja keperluan maulid nabi. Ini sudah jadi tradisi kebiasaan bagi kami warga pulau setiap tahunnya untuk menyambut peringatan kelahiran Nabi Muhammad," sebutnya.


Pada hari Selasa kemarin 20 November 2018 sejumlah masjid di kabupaten Pangkep telah melaksanaakan perayaan maulid dengan ciri khas telur yang di beri pewarna merah pada bagian kulit telur, dan di taruh dalam wadah ember plastik dan diberi ornamen bunga bunga dari kertas atau plastik yang berwarna warni.

Diketahui perayaan seperti ini biasanya berlangsung selama sebulan diberbagai tempat seperti masjid, sekolah, kantor pemerintah, kantor swasta, bahkan ada juga yang merayakan dirumah masing masing dengan menyiapkan ratusan ember telur berwarna merah sebagai ciri khas perayaan maulid di daerah Pangkep.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "DEMI PERAYAAN MAULID WARGA PANGKEP TAK PEDULI HARGA TELUR NAIK"