Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

20 JAM LISTRIK PADAM PEDAGANG KECIL DI PANGKEP MERUGI JUTAAN RUPIAH

Masih berlangsungnya pemadaman listrik hingga pukul 10.30 wita pagi ini yang dialami masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), membawa sebuah kerugian tersendiri bagi beberapa pengusaha kecil. Beberapa usaha yang menggunakan listrik seperti rental playstation (PS), game online (warnet), pangkas rambut/salon, warung tenda malam, dan pedagang minuman seperti jus, es krim merugi sejak terjadi pemadaman listrik mulai kamis, 15 Nopember 2018 kemarin pukul 15.00 wita.

Ahmad (28) pemilik rental PS di Minasatene, mengaku mengalami kerugian karena terjadi pemadaman listrik yang cukup lama. Sudah sejak kemarin sore ia menutup rental PS miliknya, penyebabnya karena beberapa barang elektronik seperti televisi dan playstasion tidak bisa menyala sehingga pelanggang tak bisa berbuat apa apa

"Tutup sejak kemarin, sudah 19 jam belum juga menyala, bagaimana  tv sama ps hidup kalau tidak ada listrik. Gara-gara listrik mati pengunjung juga  mau tidak mau rental PS nya ditutup. Semoga cepet sembuh listrik PLN-nya," ujar ahmad.

Serupa, Syahril (32) pedagang jus yang berjualan di tugu bamburuncing Jalan Soekawati, mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku sepi pembeli dan merugi karena terjadinya pemadaman listrik semalam hingga saat ini.

"kita kan jual jus di blender, kalau mati listrik bagaimana mau jualan, sepi sekali tadi malam, hampir tidak ada pembeli, Saya tahu ada kerusakan PLN, semoga cepat selesai," terang dia


Tak kalah miris adalah pemilik warung yang menjual es krim di Pangkep yang sangat mengandalkan listrik untuk membuat beku es krimnya, jika padam maka semua es krimnya mencair semua. akibatnya ia merugi hingga jutaan rupiah. Ia bukan tak berinisiatif menggunakan mesin genset, namun karena tidak ada penyampaian sebelumnya sehingga tak sempat mencari untuk alternatif, apalagi pemadaman terjadi di seluluruh kabupaten Pangkep

"Kalau sudah mati bingung, otomatis es jualan kami rusak karena mencair. padahal modal sekali order es krim minimal Rp.3 juta, saya baru order kemarin, dan sudah pasti kerugian kami senilai itu. giliran kami merugi PLN pasti tak mau tahu kerugian yang kami alami." keluh Haerul salah seorang penjual es krim di Mattoangin.

Hal sama disampaikan hariani pemilik salon di jalan beringin padoang doangang. mereka minta agar pengelola PLN proaktif menginformasikan pemadaman listrik ke pelanggan serta meminta pemadaman listrik tidak terlalu lama karena akan merugikan mereka.

“Terlambat sehari saja membayar rekening listrik sudah didenda, kenapa saat pemadaman pihak PLN tidak memberitahukan ke pelanggan,” ujar Hariani.

(ADM-KP)

Posting Komentar untuk "20 JAM LISTRIK PADAM PEDAGANG KECIL DI PANGKEP MERUGI JUTAAN RUPIAH"